Project Fi Segera Ganti Nama Jadi Google Fi
Bocoran informasi menyebut Project Fi akan berganti merek menjadi Google Fi.
Jakarta: Bocoran informasi dari dokumen internal Google menyebut bahwa Project Fi akan segera menghilangkan "Project" dari namanya. Perubahan merek Project Fi telah diprediksi sejak beberapa bulan lalu, dan informasi tersebut mendukung rumor sebelumnya.

9to5google melaporkan, dokumen yang ditemukan oleh Redditor menampilkan informasi bahwa Project Fi akan berganti merek menjadi Google Fi. Logo layanan ini juga mengalami perubahan, dan kini menggunakan empat warna, bukan lagi tiga warna seperti sebelumnya.

Sementara itu belum tersedia informasi terkait dengan rencana Google untuk mengubah situs layanan ini secara keseluruhan, meski tidak mengejutkan jika Google melakukannya.


Namun, informasi lain menyebut bahwa Google berencana untuk melakukan perubahan dan menawarkan promosi untuk merayakan perubahan merek ini.

Project Fi merupakan Mobile Virtual Network Operator (MVNO) Google, menggunakan baik jaringan Wi-Fi maupun seluler milik operator Amerika Serikat yaitu Sprint, T-Mobile dan U.S Cellular.

Berbasis sinyal, MVNO akan secara otomatis berpindah antara ketiga jaringan tersebut untuk menghadirkan sinyal paling kuat.

Sebelumnya, Rich DeVaul, Director dari divisi penelitian Google, Google X telah meninggalkan perusahaan pada hari Selasa tanpa pesangon, setelah dituduh telah melakukan pelecehan seksual.

DeVaul keluar satu minggu setelah New York Times melaporkan bahwa Google meminta Andy Rubin mengundurkan diri dan membayar USD90 juta meski terbukti melakukan pelecehan seksual.

Aplikasi keyboard Google Gboard menerima update berisi rangkaian stiker. Google mengumumkan kehadiran emoji Mini bergaya stiker pada Gboard, mengombinasikan pembelajaran mesin dan seni untuk menciptakan stiker ilustrasi berbasis foto diri.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.