Komisi Perdagangan AS Protes Soal Segel Garansi

Cahyandaru Kuncorojati 02 Mei 2018 15:26 WIB
teknologi
Komisi Perdagangan AS Protes Soal Segel Garansi
Komisi Perdagangan Amerika Serikat memprotes segel garansi yang tidak akan berlaku jika rusak atau terbuka.
Jakarta: Beberapa waktu lalu di Amerika Serikat ramai soal peraturan perbaikan gadget dan produk lainnya yang oleh beberapa perusahaan dilarang diperbaikin oleh pihak ketiga atau non-resmi. Alasannya takut terjadi pencurian paten atau teknologi yang tertanam di dalamnya.

Di satu sisi konsumen kerap mengandalkan pihal ketiga untuk memperbaiki perangkat mereka lantaran perbaikan melalu pihak atau jalur resmi kerap memakan waktu yang sangat lama.

Kini Komisi Perdagangan Amerika Serikat (FTC) kabarnya mempermudab konsumen untuk melakukan hal itu tanpa menghilangkan garansi resmi yg melekat.


Dikutip dari Motherboard, diketahui bahwa pada awal bulan April lalu FTC telah memberikan surat peringatan ke beberapa perusahaan teknologi untuk mengganti kalimat atau kebijakan yang tertera di segel garansi yang melekat di produknya.

Secara umum FTC tidak setuju apabila konsumen menggunakan layanan pihak ketiga dan melepas segel garansi tersebut maka dianggap garansi tidak berlaku lagi.

Misalnya, Sony memasang segel garansi di PS4 yang bertuliskan bahwa apabila segel ini dicabut maka garansi tidak berlaku lagi.

Microsoft juga diprotes karena segel garansi di Xbox yang menyebutkan bahwa garansi tidak berlaku apabila perbaikan perangkat dilakukan bukan oleh pihak Microsoft.

Perusahaan teknologi lainnya juga mendapat teguran serupa adalah Nintendo, HTC, dan ASUS. Rata-rata segel mereka diprotes karena hanya menyertakan aturan apabila segel rusak atau dicabut dari lokasinya maka segel resmi langsung tidak berlaku.

FTC menyatakan bahwa mereka memberikan waktu selama 30 hari untuk memcabut segel tersebut dan membuat kebijakan yang jelas terkait garansi. Apabila perusahaan-perusahaan tadi tidak melakukamnya maka mereka bisa menerima tuntutan hukum termasuk dari konsumen.

Perlu diketahui bahwa Apple termasuk yang paling tidak menyetui perbaikan perangkatnya oleh pihak ketiga yang tidak mendapatkan izin resmi dari Apple.

Awal April lalu, sebuah layanan perbaikan iPhone di Norwegia memenangi gugatan yang diajukan oleh Apple terhadapnya.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.