Crowdo Dapatkan Sertifikasi ISO 27001:2013
General Manager Crowdo Indonesia Cally Alexandra. (medcom.id)
Jakarta: Salah satu layanan peer-to-peer di Indonesia, Crowdo, mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001:2013 mengenai Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) yang dikeluarkan oleh British Standards Institution (BSI) pada 25 Mei lalu. 

Sertifikasi ISO 27001:2013 memiliki kaitan dengan cara perusahaan melindungi dan mengelola informasi berdasarakan pendekatan sistematis terhadap risiko bisnis untuk mempersiapkan, mengimplementasikan, mengoperasikan, mengawasi, meninjau ulang, memelihara dan meningkatkan pengalaman. 

General Manager Crowdo Indonesia Cally Alexandra menjelaskan, Crowdo telah memulai proses untuk mendapatkan sertifikasi tersebut sejak akhir November tahun lalu.


Sebelum mendapatkan sertifikasi ini, Crowdo harus melalui audit internal dan eksternal. Audit pertama dilakukan pada bulan April sementara audit kedua diadakan pada bulan Mei. 

"Pelanggan bisa menjadi lebih tenang," kata wanita yang akrab dengan panggilan Cally ini ketika ditanya apa arti sertifikasi ISO 27001:2013 bagi para penggunanya.

"Mendapatkan sertifikasi ini tidak gampang. Ini membuktikan bahwa teknologi kami sudah sesuai dengan standar internasional."

Cally menjelaskan, salah satu persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi ISO 27001:2013 adalah pengujian penetrasi sistem.

"Percobaan penetrasi pada situs untuk mengetahui seberapa sulit atau mudah meretas situs Crowdo," katanya. "Dan kami sudah lulus tes tersebut. Setiap data kami dienkripsi dan data nasabah tidak pernah bocor keluar."

Dalam pertemuan yang diadakan di Mendjangan Resto, Rabu, 30 Mei 2018, Cally juga menjelaskan bahwa Crowdo telah menyalurkan dana investasi asing sebesar Rp100 miliar pada Q1 2018. Pertumbuhan Crowdo "sangat bagus", menurut Cally. 

Pada Q1, Crowdo bisa menyalurkan dana sebesar Rp20-30 miliar per bulan. Sebagai perbandingan, pada tahun 2017, rata-rata dana yang Crowdo salurkan setiap bulan adalah Rp10-15 miliar. Tahun ini, target mereka adalah untuk mendistribusikan Rp500 miliar dana. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.