Sejak 2015, Facebook Habiskan Rp275,6 Miliar untuk Keamanan Zuckerberg

Ellavie Ichlasa Amalia 16 April 2018 16:37 WIB
media sosialfacebook
Sejak 2015, Facebook Habiskan Rp275,6 Miliar untuk Keamanan Zuckerberg
Biaya perjalanan dan tim keamanan Mark Zuckerberg ditanggung oleh Facebook.
Jakarta: Tahun lalu, CEO Facebook Mark Zuckerberg hanya membawa pulang USD1 (Rp13.800) sebagai gaji pokok tahunannya. Namun, Facebook mengeluarkan hampir USD9 juta (Rp124 miliar) untuk biaya pesawat pribadi dan tim keamanannya. 

Sebuah dokumen publik menunjukkan bahwa Facebook menambah jumlah uang yang mereka habiskan untuk memastikan Zuckerberg aman selama tahun 2017. Biaya tersebut naik lebih dari 50 persen dari USD5,8 juta (Rp79,9 miliar) yang mereka keluarkan pada 2016. 

Secara keseluruhan, Facebook menghabiskan sekitar USD20 juta (Rp275,6 miliar) untuk keamanan Zuckerbeg dan perjalanan menggunakan pesawat pribadi sejak 2015, lapor CNNMoney


Perusahaan media sosial raksasa itu menyebutkan bahwa biaya yang mereka keluarkan untuk memastikan Zuckerberg aman merupakan cara mereka untuk mengatasi "ancaman atas keselamatannya yang muncul karena posisinya sebagai pendiri, Chairman dan CEO kami."

"Kami memerlukan penjagaan keamanan untuk keuntungan perusahaan karena pentingnya peran Mr. Zuckerberg dalam Facebook," tulis dokumen tersebut. 

Biaya pesawat pribadi termasuk ongkos, bahan bakar, kru dan biaya makanan. Facebook juga membayar sistem keamanan dan para penjaga yang ada di rumah Zuckerberg. 

Keputusan perusahaan untuk membayar biaya ini untuk CEO mereka bukanlah hal yang aneh. Misalnya, Apple belum lama ini meminta CEO mereka, Tim Cook, menggunakan pesawat pribadi untuk melakukan perjalanan bisnis dan pribadi. Tahun lalu, Apple menghabiskan sekitar USD317 ribu (Rp4,4 miliar) untuk keamanan dan ongkos perjalanan Cook. 

Facebook juga menanggung biaya keamanan untuk Sheryl Sandberg, COO yang juga merupakan penulis yang populer.

Mereka menghabiskan USD2,7 juta (Rp37,2 miliar) untuk memastikan keamanan Sandberg selain USD22,5 juta (Rp310 miliar) yang merupakan gaji, bonus dan kompensasi saham milik Sanberg. 



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.