Twitter tengah mengembangkan fitur reaksi baru untuk tweet serupa pemungutan suara.
Twitter tengah mengembangkan fitur reaksi baru untuk tweet serupa pemungutan suara.

Twitter Uji Tombol Pemungutan Suara di Tweet

Teknologi teknologi twitter
Lufthi Anggraeni • 22 Juli 2021 12:21
Jakarta: Twitter tengah mengembangkan reaksi upvote dan downvote baru untuk tweet, mendampingi opsi yang tersedia sebelumnya, yaitu retweet dan reply atau balas. Twitter mengonfirmasi tengah menguji fitur ini pada sekelompok kecil pengguna di aplikasi versi iOS.
 
Mengutip The Verge, fitur pemungutan suara ini telah ditemukan menurut sejumlah tweet dari pengguna yang merupakan bagian dari kelompok pengujian ini. Twitter menyebut bahwa pengguna iOS mungkin akan mendapati fitur ini dalam beberapa gaya berbeda.
 
Gaya tersebut termasuk tanda panah ke atas dan ke bawah, ikon hati dan panah ke atas, dan ikon jempol ke atas dan ke bawah. Twitter menjelaskan bahwa pengujian fitur ini dilakukannya untuk memahami tipe balasan yang dinilai pengguna relevan dalam percakapan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan demikian, lanjut Twitter, perusahaannya dapat terus mengembangkan fitur untuk membantu pengguna mengekspresikan relevansi tersebut. Namun saat ini, fitur pemungutan suara ini belum tersedia untuk publik.
 
Selain itu, Twitter juga menyebut bahwa pilihan downvote atau tidak sepakat tidak akan ditampilkan, sedangkan pilihan upvote atau sepakat akan ditampilkan sebagai Suka atau Likes. Sementara itu, Twitter belum mengungkap rencananya untuk menambahkan fitur ini sebagai fitur permanen.
 
Twitter juga belum menjelaskan cara fitur ini berdampak pada informasi atau unggahan yang ditampilkan pada linimasa pengguna. Sementara itu, Twitter menyebut bahwa untuk saat ini, upvotes dan downvotes tidak mempengaruhi urutan tweet.
 
Sebelumnya, Twitter mencoba berbagai interaksi tweet lain, termasuk reaksi yang tampil serupa dengan reaksi emoji yang digunakan Facebook pada unggahan di platform dan pesan di Messenger karyanya.
 
Kepala Produk Twitter Kayvon Beykpour juga menyebut bahwa perusahaannya berencana untuk mengembangkan lebih lanjut fitur dislike yang dirilis pada tahun 2020 lalu, mengklaim bahwa fitur ini merupakan satu dari beberapa prioritas utama Twitter untuk merespon tweet pengguna.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif