Digelar sebagai bagian dari Bali Tech Week 2026, HUB.ID tahun ini memperluas pendekatan kolaborasinya. Startup tidak hanya diarahkan untuk mencari pendanaan, tetapi juga menjajaki kerja sama dengan korporasi, mulai dari badan usaha milik negara (BUMN) dan perbankan hingga perusahaan internasional.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan potensi industri digital Indonesia perlu dihubungkan agar menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas.
“Indonesia memiliki talenta, inovasi, dan pasar yang besar. Tantangan kita adalah menghubungkan seluruh potensi tersebut agar menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas,” ujar Edwin.
Startup Tak Hanya Membutuhkan Modal
Pendanaan memang penting bagi startup untuk mengembangkan produk dan memperbesar bisnis. Namun, akses ke pasar dan pelanggan juga menentukan apakah sebuah produk bisa berkembang secara berkelanjutan.Keterlibatan korporasi dalam HUB.ID Global Summit 2026 membuka peluang bagi startup untuk menjajaki kebutuhan bisnis yang lebih konkret. Perusahaan dapat menjadi calon pengguna teknologi, mitra distribusi, atau rekan pengembangan solusi. Kolaborasi semacam ini juga berpotensi membantu startup membangun rekam jejak bisnis yang dibutuhkan untuk menarik investor.
HUB.ID menggunakan skema one-on-one business matchmaking, yakni pertemuan bisnis individual yang dikurasi berdasarkan tahap perkembangan, sektor, dan kebutuhan masing-masing pihak. Program ini menyasar startup dari tahap seed hingga Seri B, sehingga pertemuan diharapkan memiliki tujuan yang jelas dan dapat dilanjutkan ke pembahasan kerja sama.
Selama dua hari penyelenggaraan, tercatat 813 pertemuan bisnis berlangsung. Menurut Komdigi, sejumlah percakapan berlanjut ke pembahasan langkah kerja sama berikutnya.
HUB.ID Catat Investasi dan Kesepakatan Bisnis Lebih dari USD60 Juta
HUB.ID bukan program baru. Inisiatif ini berjalan sejak 2022 dan sebelumnya telah menggelar empat seri Biz Dev Access yang mempertemukan startup dengan korporasi dari sektor fintech, manufaktur, rantai pasok dan logistik, energi, pertanian, keberlanjutan, serta peningkatan proses bisnis.Komdigi mencatat HUB.ID telah menghasilkan investasi dan kesepakatan bisnis senilai lebih dari USD60 juta bagi startup peserta sepanjang 2022–2024. Angka tersebut menjadi gambaran capaian program sebelum penyelenggaraan Global Summit 2026, bukan nilai investasi baru yang dihasilkan dalam acara tahun ini.
Melalui perluasan jejaring investor dan korporasi, pemerintah berharap kemitraan yang terbentuk dapat berkembang menjadi investasi, pembukaan lapangan kerja, serta perluasan layanan digital ke lebih banyak daerah.
Edwin menegaskan, “Kami ingin kemitraan yang dimulai di Bali Tech Week berlanjut menjadi investasi dan kerja sama nyata, membantu startup tumbuh, memperkuat kemampuan industri, serta memperluas manfaat teknologi ke berbagai daerah.”
Membuka Jalan Startup Indonesia ke Pasar Global
Kehadiran peserta dari 13 negara memberi startup Indonesia kesempatan membangun hubungan di luar pasar domestik. Namun, manfaatnya tidak hanya bergantung pada jumlah pertemuan, melainkan pada kemampuan mengubah koneksi menjadi kontrak, investasi, atau kolaborasi yang berkelanjutan.HUB.ID Global Summit 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital melalui hubungan antara startup, investor, dan industri. Bagi startup, akses terhadap calon pelanggan dan mitra strategis dapat menjadi langkah penting untuk menguji kebutuhan pasar sebelum memperluas bisnis.
Komdigi berharap kemitraan yang dimulai di Bali tidak berhenti sebagai jaringan profesional, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang memperkuat daya saing startup Indonesia di tingkat regional dan global.