Mengutip Phone Arena, VIVE Eagle mengandalkan integrasi AI dari Google Gemini dan OpenAI ChatGPT, sekaligus menawarkan kamera, speaker open-ear, serta sejumlah fungsi berbasis perintah suara.
Kehadiran VIVE Eagle membuat persaingan di segmen kacamata pintar berbasis AI semakin ramai. Produk HTC tersebut masuk ke pasar yang sebelumnya telah diisi oleh lini Ray-Ban Meta, sementara sejumlah perusahaan teknologi besar juga tengah mengembangkan perangkat wearable serupa.
HTC pertama kali memperkenalkan VIVE Eagle pada tahun 2025 dan menjadikannya sebagai salah satu produk yang menggabungkan desain kacamata sehari-hari dengan kemampuan AI. Setelah sebelumnya tersedia di Taiwan, perangkat tersebut kini diperluas ke pasar Amerika Serikat.
Dua Pilihan Desain dan Dukungan AI
HTC menawarkan VIVE Eagle dalam dua model, yakni Wayfarer dan Pantos. Model Wayfarer menggunakan desain yang menyerupai kacamata klasik dengan bentuk bingkai lebih tegas. Varian ini tersedia dalam warna Black, Coffee, dan Berry.Sementara itu, model Pantos memiliki bentuk lensa lebih membulat, tetapi bagian atasnya tetap relatif datar sehingga tidak sepenuhnya berbentuk lingkaran. Model tersebut tersedia dalam pilihan warna Charcoal Black, Clear Brown, dan Navy.
Salah satu fitur yang menjadi pembeda VIVE Eagle adalah dukungan terhadap dua ekosistem asisten AI, yaitu Google Gemini dan ChatGPT. Pengguna dapat memanfaatkan kemampuan AI melalui interaksi suara, sehingga berbagai fungsi tidak harus dilakukan melalui layar smartphone.
HTC juga membekali perangkat dengan kemampuan penerjemahan. VIVE Eagle dapat melakukan penerjemahan gambar menggunakan AI, sedangkan audio dapat diterjemahkan melalui speaker open-ear ketika perangkat digunakan dalam Listening Mode.
Fitur tersebut membuat kacamata tidak hanya berfungsi sebagai perangkat audio, tetapi juga dapat digunakan untuk membantu pengguna memahami informasi dalam bahasa lain. Integrasi dengan smartphone menjadi bagian lain dari sistem VIVE Eagle.
Pengguna dapat melakukan panggilan telepon, memutar musik, membuat pengingat, mengelola kalender, serta menjalankan berbagai fungsi smartphone melalui perintah suara. HTC menyebut kemampuan integrasi tersebut sebagai salah satu keunggulan utama produknya.
Kamera 12MP dan Snapdragon AR1
Dari sisi perangkat keras, VIVE Eagle menggunakan Qualcomm Snapdragon AR1 Gen 1 sebagai platform pemrosesan. Kacamata pintar ini dilengkapi kamera 12MP ultra-wide, RAM 4GB, dan penyimpanan internal 32GB.Kamera tersebut memungkinkan pengguna mengambil foto maupun merekam video melalui kacamata. HTC juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek privasi karena kamera pada kacamata pintar sering menimbulkan kekhawatiran mengenai kemungkinan perekaman tanpa sepengetahuan orang di sekitar.
Untuk mengatasinya, VIVE Eagle memiliki indikator LED yang menyala saat kamera sedang digunakan. Dengan demikian, orang di sekitar pengguna dapat mengetahui ketika kamera sedang mengambil gambar atau merekam video.
Selain indikator tersebut, HTC mengedepankan privasi sebagai salah satu karakteristik VIVE Eagle. HTC menempatkan kemampuan AI dan integrasi smartphone dalam perangkat yang tetap mempertahankan bentuk kacamata konvensional.
VIVE Eagle menggunakan baterai berkapasitas 235 mAh. HTC mengklaim baterai tersebut mampu memberikan waktu siaga hingga 36 jam. Untuk pemutaran musik secara terus-menerus, daya tahan baterai mencapai sekitar 4,5 jam, sedangkan penggunaan untuk panggilan suara secara kontinu dapat berlangsung lebih dari tiga jam.
HTC juga menghadirkan teknologi pengisian cepat. Dengan kabel pengisian magnetis, baterai dapat terisi dari 1% hingga 50% hanya dalam 10 menit. Pengisian dari 1% hingga 80% membutuhkan waktu sekitar 23 menit.
Untuk konektivitas, VIVE Eagle mendukung Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.3 atau lebih baru. Perangkat tersebut dapat digunakan bersama iPhone yang menjalankan iOS 17.6 atau lebih baru serta smartphone Android dengan Android 10 atau versi lebih baru.
Dibanderol USD499 di Amerika Serikat
HTC menetapkan harga USD499 (Rpp8,8 juta) untuk VIVE Eagle di pasar Amerika Serikat. Harga tersebut menempatkannya sedikit di atas Ray-Ban Meta Wayfarer Gen 2 seharga USD459 (Rp8,09 juta). Dengan demikian, HTC memasuki pasar dengan produk yang menawarkan fitur AI serupa, tetapi membawa pendekatan berbeda melalui dukungan Gemini dan ChatGPT sekaligus.Sebelumnya, VIVE Eagle telah diperkenalkan di Taiwan dengan harga NTD15.600 (Rp8,7 juta). Produk tersebut menjadi bagian dari strategi HTC untuk menghadirkan perangkat wearable yang menggabungkan kemampuan AI dengan desain kacamata sehari-hari.
Selain Amerika Serikat, HTC juga memperluas pemasaran VIVE Eagle ke Eropa dan Inggris. Di Inggris, perangkat tersebut dijadwalkan tersedia mulai tanggal 21 September 2026 dengan harga GBP429 (Rp10,2 juta), sedangkan harga untuk kawasan Uni Eropa ditetapkan sebesar EUR469 (Rp9,6 juta).
Konsumen di Inggris dan Eropa dapat melakukan pemesanan lebih awal sebelum tanggal penjualan resmi perangkat tersebut. Peluncuran VIVE Eagle di AS juga datang ketika persaingan kacamata pintar semakin berkembang.
Google dan Samsung disebut tengah menyiapkan kacamata AI berbasis audio, sedangkan Apple diperkirakan akan memasuki kategori ini dengan produk karyanya pada tahun berikutnya. Snap juga telah mengumumkan kacamata augmented reality (AR) jauh lebih rumit dan dibanderol USD2.195 (Rp38,6 juta).
Dengan harga USD499 (Rpp8,8 juta), dukungan Gemini dan ChatGPT, kamera 12MP, serta fokus pada privasi, VIVE Eagle menjadi langkah HTC untuk kembali mendapatkan perhatian di pasar perangkat konsumen.
Perangkat tersebut tidak menawarkan layar AR seperti kacamata augmented reality, melainkan mengutamakan AI, audio, kamera, dan kontrol suara dalam format kacamata yang dapat digunakan sehari-hari.
Kehadiran HTC di pasar Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa persaingan wearable berbasis AI mulai bergeser dari sekadar perangkat pendamping smartphone menjadi kategori produk tersendiri.
Tantangan berikutnya bagi HTC adalah membuktikan apakah kombinasi dua ekosistem AI, fitur privasi, dan integrasi smartphone tersebut cukup menarik bagi konsumen untuk memilih VIVE Eagle di tengah semakin banyaknya pilihan kacamata pintar.