Melalui platform video pendek TikTok, Irene yang kini masuk dalam kategori Icons di TikTok Discover List 2026 dikenal lewat konten seni, DIY, hingga proyek kreatif yang memadukan budaya pop dengan karya visual yang unik.
Irene mengungkapkan bahwa perjalanan kontennya tidak langsung menemukan bentuk yang dikenal saat ini. Ia sempat mencoba berbagai jenis konten ketika pertama kali bergabung di TikTok pada 2021. Salah satunya adalah membuat video komedi tentang kehidupan anak sekolah. Namun, konten tersebut tidak mendapatkan respons yang diharapkan dari audiens.
Irene akhirnya kembali pada minat yang sudah ia tekuni sejak lama, yaitu art. Puncaknya datang dari video yang justru paling sederhana, yaitu tutorial menggambar kelinci kartun step by step. Video itu berhasil meraih ratusan ribu penonton meski akun tersebut baru saja dibuat.
Irene kemudian memperluas eksplorasi kontennya ke ranah DIY. Salah satu karyanya yang sempat viral adalah replika mesin arcade Timezone dari karton yang dibuat menyerupai mesin asli. Ia lalu menggabungkan minatnya pada DIY dan K-pop dengan membuat berbagai lightstick handmade untuk grup idola.
Salah satu proyek yang paling menarik perhatian adalah pembuatan lightstick untuk penyanyi K-pop Lisa BLACKPINK saat fan meeting di Indonesia. Konten tersebut viral dan mendorong Irene membuat versi lightstick yang lebih besar. Tanpa diduga, karya itu menarik perhatian tim Lisa dan membawanya mendapat undangan ke acara eksklusif di Bangkok untuk promosi album terbaru sang idola.
“Awalnya aku cuma kepikiran ingin membuat sesuatu yang berbeda untuk fan meeting. Ternyata akhirnya di-notice dan bahkan bisa ketemu langsung,” kata Irene pada Jumat 6 Maret 2026.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu titik penting yang membuka peluang kolaborasi dan koneksi global. Melalui kontennya, kini Irene mulai dikenal oleh kreator dari berbagai negara dan memiliki 12 juta followers.
“Dari situ jalan kebukanya. Aku punya teman-teman kreator dari Taiwan, Korea, dan banyak negara lain yang kenal aku karena konten yang aku buat,” ujarnya.
Ia juga pernah bertemu dan memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan Ariana Grande, Heart 2 Heart, Jenna Ortega, Yiran, dan idola lainnya.
Dengan mendapatkan perhatian dari komunitas global, Irene menyadari bahwa kesempatan tersebut juga membawa tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga kualitas konten.
“Kalau membawa sosok top star global, kita nggak bisa sembarangan. Fansnya bukan cuma dari Indonesia, tapi juga dari berbagai negara seperti China, Korea, Thailand, sampai Amerika. Jadi kontennya harus dikurasi dan banyak riset,” jelasnya.
Dalam berbagai kesempatan, Irene juga berusaha memperkenalkan identitas Indonesia kepada audiens internasional. Ia kerap mengenakan batik atau kebaya saat bertemu dengan figur publik global, sekaligus mengenalkan budaya Indonesia kepada mereka.
“Kalau bertemu mereka, aku sebisa mungkin memperkenalkan Indonesia. Kadang aku pakai batik atau kebaya, bahkan pernah mengajak mereka main ular tangga,” katanya.
Perjalanan Irene menunjukkan bahwa kreativitas yang berangkat dari hobi dapat berkembang menjadi karir global.
Bagi yang ingin menjadi konten kreator, ia berpesan untuk mulai sesegera mungkin. "Kita nggak tau kedepannya bakal ada apa. Jadi start aja," ujarnya. (Umi Kulsum)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News