Tidak hanya mendominasi level regional, secara global Alibaba Cloud kini menempati peringkat keempat sebagai penyedia IaaS terbesar di dunia. Pangsa pasar globalnya tercatat meningkat menjadi 7,7% pada tahun 2025. Pencapaian ini didorong oleh strategi perusahaan yang berfokus pada pengembangan cloud berbasis AI-native dan agent-native.
Dr. Li Feifei, Chief Technology Officer Alibaba Cloud, menyatakan bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan kapasitas infrastruktur sebelum permintaan pasar meledak. "Data menunjukkan bahwa pelanggan di kawasan ini benar-benar memilih Alibaba Cloud sebagai mitra tepercaya untuk mendukung kebutuhan infrastruktur AI, layanan model, dan arsitektur agentic mereka," ungkapnya.
Di Asia Tenggara, Alibaba Cloud menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat. Perusahaan berhasil mempertahankan posisi kedua di pasar Indonesia dan Malaysia. Sementara itu, di Singapura, Alibaba Cloud melesat ke posisi ketiga dan menjadi satu-satunya pemain global utama yang mencatat pertumbuhan tahunan (Year-on-Year) hingga tiga digit.
Hingga saat ini, Alibaba Cloud telah mengoperasikan total 78 pusat data di seluruh Asia untuk mendukung pemanfaatan AI skala besar di berbagai industri.
Laporan Gartner mencatat bahwa pasar IaaS global tumbuh pesat sebesar 24,3% pada tahun 2025, dengan tambahan pendapatan mencapai USD45 miliar. Penggunaan AI-native workloads menjadi faktor utama yang mendorong permintaan baru terhadap infrastruktur yang dioptimalkan untuk kecerdasan buatan.
Dengan kapabilitas komputasi, penyimpanan, dan keamanan yang komprehensif, Alibaba Cloud memposisikan diri sebagai fondasi utama bagi perusahaan yang ingin mengintegrasikan AI ke dalam lingkungan produksi mereka. Strategi ini terbukti efektif dalam memenangkan kepercayaan pelanggan di tengah kompetisi pasar cloud yang semakin ketat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News