Ilustrasi. (Getty Images)
Ilustrasi. (Getty Images)

Kaspersky: Kesadaran Keamanan Siber Semakin Penting di Masa Pandemi

Teknologi teknologi cyber security kaspersky
Cahyandaru Kuncorojati • 20 Agustus 2020 08:05
Jakarta: Informasi mengenai meningkatnya serangan atau kejehatan siber semalam masa pandemi dengan diterapkannya kegiatan bekerja dan belajar dari rumah memanfaatkan internet ikut diyakini oleh CEO dan Pendiri Kaspersky, Eugene Kaspersky.
 
Hal ini disampaikan oleh Eugene saat membuka diskusi daring bertajuk "APAC Online Policy Forum Cyber-Resilience in the New Normal: Risk and New Approaches" kemarin, 18 Agustus 2020. Dia menegaskan bahwa kesadaran keamanan siber saat ini harus menjadi perhatian utama.
 
"Saat ini dunia menjadi sangat terhubung dan orang-orang menghabiskan banyak waktu di internet, baik bekerja maupun belajar dari rumah. Jadi keaman siber seharusnya menjadi prioritas," ujar Eugene.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Commissioner of Cybersecurity and Chief Executive of the Cyber Security Agency (CSA) of Singapura, David Koh sebagai salah satu panelis diskusi juga memberikan dukungan dari sisi pemerintah. Menurutnya pemerintah juga harus turun tangan meningkatkan kesadaran tersebut pada masyarakat.
 
BACA: Interpol: Kejahatan Siber Semakin Mencemaskan Selama Pandemi
 
Dia mengingatkan bahwa di saat masyarakat beradaptasi dengan kondisi saat ini sebenarnya penjahat siber juga melakukannya. Jadi kita tidak pernah benar-benar aman di internet ditambah terhubung lewat perangkat pribadi.
 
Namun hal ini juga menjadi tantangan saat dihadapkan dengan generasik yang literasi digitalnya rendah. Contoh yang baik disampaikan oleh pemerintah India lewat penuturan juru bicara Badan Keamanan Siber Nasional India, Rajesh Pant.
 
Di pidato Hari Kemerdekaan India beberapa hari lalu, Perdana Menteri India mengangkat topik keamanan siber dan pengaruhnya terhadap aspek kehidupan. Hal ini tentunya bisa dengan cepat dan mudah mendapatkan perhatian dari masyarakat.
 
Chief Cyber Cybersecurity Strategist di NTT Corporation, Mihoko Matsubara menegaskan bahwa pembekalan kemampuan tentang pencegahan dan penanganan keamanan siber untuk bekerja di rumah sangat dibutuhkan. Ada 40 persen perusahaan di Asia Pasifik yang belum menjadikan ini sebagai pelatihan khusus, klaim Mihoko.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif