Peralihan dari siaran analog ke digital juga menguntungkan bagi pelaku industri televisi.
Peralihan dari siaran analog ke digital juga menguntungkan bagi pelaku industri televisi.

Metro TV: Siaran Digital tak Perlu Investasi Besar

Teknologi telekomunikasi
Lufthi Anggraeni • 11 November 2019 20:06
Jakarta: Metro TV bersama Transmedia mengumumkan kesiapannya melaksanakan siaran simulcast di daerah perbatasan Indonesia, sebagai bentuk dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam mengalihkan siaran televisi, dari analog menjadi digital.
 
“Peralatan analog sekarang sudah tidak diproduksi lagi, jadi sangat sulit untuk mendapatkannya. Jadi kita harus melihat ke depan, karena digital memungkinkan kita menghadapi masa depan,” ujar Komisaris Transmedia Ishadi SK pada acara pengumuman kesiapan kedua televisi tersebut.
 
Pernyataan ini juga diamini oleh Direktur Pemberitaan Metro TV Don Bosco serta CEO Media Group News Moh. Mirdal Akib. Secara lebih lanjut CEO Media Group News Moh. Mirdal Akib menyebut peralihan ini akan menghadirkan keuntungan tidak hanya untuk konsumen, tapi juga untuk pelaku industri penyiaran di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebab, televisi disebut Mirdal tidak lagi perlu menggelontorkan investasi dalam jumlah besar, termasuk membangun tower pemancar jaringan di berbagai titik di Indonesia. Stasiun televisi, lanjut Mirdal, hanya perlu menyewa kanal di penyedia multiplekser, dan beralih fungsi menjadi penyedia konten.
 
Meskipun demikian, pelaku industri penyiaran tetap akan dapat berbisnis layaknya stasiun televisi konvensional. Telah mendapatkan dukungan dari Permen no. 32 tahun 2002 dan no 3 2019 soal simulcast, namun Mirdal menyebut bahwa regulasi yang mengatur soal penyiaran ini secara umum masih perlu disempurnakan dalam Undang-Undang Penyiaran.
 
Menyoal target Analog Switch Off (ASO) pada tahun 2021 yang diutarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Baik Ishadi dan Mirdal sepakat bahwa proses ASO masih bisa berjalan meski sejumlah stasiun televisi masih enggan untuk beralih dari analog ke digital.
 
Sebab, stasiun televisi tersebut hanya sebagian kecil dan justru akan mempersulit proses komunikasi dengan pelaku industri dunia jika masih bertahan pada teknologi analog dan mengalami ketertinggalan.
 
Selain itu, asosiasi telekomunikasi internasional (ITU) juga telah memberikan tenggat waktu bagi seluruh anggotanya untuk beralih dari analog ke digital, paling lambat pada bulan Juni tahun 2020 mendatang.
 
Sebagai informasi, Metro TV dan Transmedia menjadi dua stasiun televisi yang mendapatkan izin sebagai penyelenggara multiplekser untuk melakukan uji coba siaran simulcast di tiga lokasi di perbatasan Indonesia yaitu Batam, Nunukan, dan Jayapura.
 
Metro TV dan Transmedia kembali mendapatkan izin untuk menyelenggarakan uji coba siaran simulcast di 12 lokasi lain di Indonesia, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif