Huawei masuk dalam daftar hitam AS. (Photo by Adrian DENNIS / AFP)
Huawei masuk dalam daftar hitam AS. (Photo by Adrian DENNIS / AFP)

Huawei Kurangi Produksi Ponsel?

Teknologi gadget huawei smartphone
Ellavie Ichlasa Amalia • 02 Juni 2019 10:11
Jakarta:Di tengah perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat, Huawei dilaporkan menurunkan jumlah produksi ponsel baru mereka.
 
Menurut narasumber yang tak disebutkan namanya, manufaktur Taiwan, Foxconn telah menangguhkan lini produksi untuk beberapa ponsel setelah perusahaan asal Shenzhen itu menurunkan jumlah pesanan, lapor South China Morning Post. Foxconn juga membuat ponsel untuk merek ternama lain seperti Apple dan Xiaomi.
 
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan "darurat nasional", memasukkan Huawei ke dalam daftar perusahaan yang harus mendapatkan izin dari pemerintah AS untuk bekerja sama dengan perusahaan AS. Ini membuat Huawei kesulitan untuk memproduksi ponsel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penetapan ini memengaruhi berbagai lini bisnis Huawei. Salah satunya divisi smartphone mereka, mengingat mereka menggunakan sistem operasi Android buatan Google. Pada Mei, Google dilaporkan berhenti bekerja sama dengan Huawei.
 
Tahun lalu, Huawei mengirimkan lebih dari 200 juta smartphone. Perusahaan Tiongkok itu menyatakan, tujuan mereka adalah untuk menjadi perusahaan smartphone terbesar dunia pada 2020.
 
Laporan terbaru ini merupakan indikasi paling jelas yang menunjukkan dampak dari keputusan AS untuk memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam. Hal ini akan memengaruhi bisnis Huawei di luar Tiongkok.
 
Jika Huawei tidak bisa memberikan update keamanan untuk pengguna ponselnya, maka mereka bisa kehilangan kepercayaan dari para pelanggan.
 
Meskipun begitu, Huawei mengatakan bahwa mereka punya rencana cadangan. Mereka telah mengembangkan sistem operasi berbasis Android. OS mobile itu akan bisa digunakan tanpa menggunakan berbagai layanan dari Google.
 
Untuk saat ini, para pelanggannya masih bisa menggunakan Google App Store. Namun, jika Huawei mengharuskan para developer untuk mendaftarkan aplikasi mereka ke toko aplikasi Huawei, itu bisa menyebabkan masalah bagi pengguna di luar Tiongkok.
 
Huawei dan pemerintah Tiongkok juga melawan keputusan AS. Salah satu langkah yang Huawei ambil adalah membawa kasus ini ke pengadilan, menyebut apa yang AS lakukan "tak konstitusional." Huawei juga telah memulangkan karyawan AS mereka yang bekerja di pusat riset dan pengembangan di Shenzhen.
 
Huawei juga meminta pekerja Tiongkok untuk membatasi informasi yang mereka berikan pada orang asing dan membatalkan pertemuan dengan kenalan asal AS mereka.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif