Presiden Direktur Dimension Data, Hendra Lesmana,.
Presiden Direktur Dimension Data, Hendra Lesmana,.

Celah Keamanan Siber Masih Meningkat, Ini Sektor yang Diserang

Teknologi cyber security dimension data
Cahyandaru Kuncorojati • 22 Juni 2019 15:05
Jakarta: Beberapa waktu lalu perusahaan penyedia solusi IT bernama Dimension Data di bawah NTT merilis laporan terbaru berjudul Laporan Intelijen Ancaman Siber Global.
 
Laporan tersebut berisi kilas balik fakta yang ditemukan selama 2018 terkait celah keamanan siber dan serangan siber. Dipaparkan bahwa jumlah temuan celah keamanan siber di tahun 2018 meningkat dari 2019 sebesar 12,5 persen dalam skala global.
 
Presiden Direktur Dimension Data Indonesia, Hendra Lesmana, menuturkan bahwa bertambahnya hal tersebut karena ditemukan celah keamanan baru di layanan digital maupun perangkat teknologi yang digunakan. Semakin banyak penjahat siber yang berusaha mencari dan memanfaatkan celah keamanan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Celah keamanan ini kemudian menjadi pendorong tren serangan siber berupa cryptojacking. Laporan Dimension Data ada peningkatan besar temuan cryptojacking yang memanfaatkan perangkat yang memiliki celah keamanan siber dan tidak disadari penggunanya," tutur Hendra.
 
Celah Keamanan Siber Masih Meningkat, Ini Sektor yang Diserang
 
Laporan yang diperlihatkan menyebut bahwa di sepanjang 2018 ada ditemukan kasus cryptojacking yang meningkat sebesar 459 persen dibandingkan tahun 2017. Demikian juga dengan serangan siber ke aplikasi dan web yang mencapai 32 persen dari tahun lalu.
 
"Bicara sektor yang menjadi target ancaman siber, sektor finansial dan teknologi menjadi yang tertinggi namun tingkat kematangan sistem keamanan siber dari dua sektor tersebut juga yang paling tinggi," tutur Hendra.
 
Dalam presentasi, diperlihatkan tingkat serangan siber tertinggi terjadi pada sektor finansial dan teknologi sebanyak 17 persen. Sektor profesional dan layanan bisnis sebesar 12 persen kemudian di belakangnya ada sektor edukasi sebesar 11 persen. Terakhir adalah sektor pemerintahan sebesar sembilan persen dan 34 persen sisanya berasal dari berbagai sektor lain.
 
Celah Keamanan Siber Masih Meningkat, Ini Sektor yang Diserang
 
"Tingkat kematangan sistem keamanan siber di sektor finansial dan teknologi cukup tinggi karena mereka menyadari mereka adalah target lunak yang bisa dieksploitasi apabila berhasil ditembus," ungkap Hendra.
 
Dia menyebut sektor finansial berisi uang sementara sektor teknologi berisi informasi pribadi yang jadi incaran serangan siber.
 
Hal menarik juga adalah bahwa serangan siber juga menargetkan sektor edukasi. Hendra menjelaskan bahwa kemungkinan yang ditargetkan adalah kontrol atas perangkat seperti lab komputer atau komputer yang digunakan di lembaga pendidikan.
 
"Kemungkinan serangan siber yang dilancarkan berupa cryptojacking. Jadi fasilitas komputer di laboratorium maupun perpustakaan dan milik guru tanpa disadari dibajak untuk menjadi fasilitas cryptomining oleh pelaku serangan siber," jelas Hendra.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif