ChatGPT sebetulnya hanyalah bagian dari generative AI, yaitu sebuah model kecerdasan buatan yang dapat menciptakan berbagai macam data, seperti image, video, audio, teks, dan bahkan model 3D.
Dengan pengaplikasiannya yang luas, generative AI diyakini memiliki prospek yang besar bagi berbagai kalangan, termasuk bagi perusahaan open source Red Hat. Kehadiran generative AI menjadi salah satu topik hangat yang dibicarakan di acara Red Hat Summit 2023 di Boston, Amerika Serikat, baru-baru ini.
“Prospek generative AI adalah kita akan melihat akan ada banyak inovasi yang didasarkankan pada open source dan kami ingin memastikan Red Hat berada pada posisi yang tepat untuk menangkap trend ini dan menerapkannya ke perusahaan,” tutur Matt Hicks, President and Chief Executive Officer Red Hat.
Menurut Matt, automasi adalah batu loncatan atau jembatan dalam penerapan generative AI di dalam perusahaan dan sistem otonom adalah kombinasi antara automas dan kecerdasan buatan.
“Dan kami memahami automasi dengan lebih baik. Kami sudah melakukannya cukup lama dengan OpenShift. Kami memberikan platform Kubernetes yang terhubung dengan tool yang membantu automasi operasi OpenShift itu sendiri dan kemudian aplikasi yang berjalan di atas Openshift,” kata Hicks.
Chris Wright, Chief Technology Officer and Senior Vice President of Global Engineering at Red Hat, mengatakan mengautomasi semua hal sebanyak mungkin akan benar-benar meningkatkan efisiensi perusahaan.
Tapi tantangan penerapan generative AI adalah kebutuhan akan keahlian mendalam dari data scientist dalam membuat model bahasa yang dapat dilatih ulang dengan kumpulan data yang lebih kecil dan lebih terspesialisasi dan kemudian dimanfaatkan secara luas di seluruh perusahaan.
“Maksud saya, pasti menyenangkan untuk bertanya kepada tool seperti chatGPT, tapi tanggapannya secara mencurigakan terbentuk dengan baik, tetapi tidak selalu akurat. Dan itu tidak baik dalam konteks perusahaan,” ucap Wright.
“Jadi bagi perusahaan, yang penting adalah kemampuan untuk mengambil kumpulan data yang sangat spesifik kemudian melatih model AI untuk memajukan bisnis mereka melalui data itu.”
Wright mengatakan, fokus Red Hat saat ini adalah mengintegrasikan tool AI itu ke dalam platform-platform mereka, contohnya Ansible Lightspeed dan OpenShift AI. “Begitu banyak cara Anda akan melihat generative AI terintegrasi dalam portofolio kami dari waktu ke waktu.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News