ZTE Mulai Kembali Terima Pasokan dari Amerika Serikat

Lufthi Anggraeni 14 Juli 2018 11:59 WIB
zte
ZTE Mulai Kembali Terima Pasokan dari Amerika Serikat
ZTE telah dapat mendapatkan pasokan komponen yang dibutuhkan dari Amerika Serikat.
Jakarta: Vendor smartphone terbesar keempat di Amerika Serikat, ZTE, dilaporkan resmi kembali berbisnis di negara tersebut. Departemen Perdagangan Amerika Serikat telah menghapus pelarangan dagang untuk ZTE pada hari Jumat lalu.

Pelarangan ini mencegah produsen peralatan jaringan dan smartphone asal Tiongkok ini untuk membeli hardware, software dan komponen yang dibutuhkannya dari perusahaan berbasis di Amerika Serikat.

Hal ini memengaruhi sekitar sepertiga dari pasokan yang dibutuhkan untuk memproduksi smartphone ZTE.


Pada tahun lalu, ZTE menerima hukuman dari Departemen Perdagangan karena menjual produk dan layanan ke Korea Selatan dan Iran. Sementara itu, Korea Utara dan Iran merupakan dua negara yang mendapatkan sanksi dari Amerika Serikat.

Akibatnya, selain membayarkan denda senilai USD1,9 miliar (Rp27,3 triliun), ZTE juga diperintahkan mengganti file dari 35 pegawai yang terlibat transaksi ilegal dengan kedua negara tersebut, dan menahan pembayaran bonus untuk pegawai yang sama.

ZTE juga menerima hukuman dalam bentuk pelarangan ekspor dari Amerika Serikat selama tujuh tahun. Departemen Perdagangan dilaporkan mempertahankan pelarangan tersebut hingga ZTE terbukti tidak lagi mematuhi hukuman.

President Amerika Serikat juga dilaporkan terlibat dalam situasi ZTE dengan menginstruksikan Departemen Perdagangan untuk melakukan kesepakatan dengan ZTE guna mencabut hukuman pelarangan, dan kesepakatan tersebut telah tercapai.

ZTE membayarkan denda senilai USD1 miliar (Rp14,3 triliun), dan dana simpanan senilai USD400 juta (Rp5,7 triliun) untuk kurun waktu 10 tahun untuk membayarkan denda yang mungkin akan muncul akibat pelanggaran yang dilakukannya di masa mendatang.

Selain itu, ZTE juga memilih dan menyusun jajaran dewan baru, serta membuat perubahan secara keseluruhan pada pejabat eksekutif. Namun, kesepakatan tersebut memicu kemarahan sejumlah senator Amerika Serikat, menyebut ZTE sebagai ancaman bagi keamanan nasional karena terkait dengan pemerintah Tiongkok.

Hal serupa juga disebutkan terkait ZTE pada laporan Komite Kongresional tahun 2012 lalu. ZTE kini tengah menjalani hukuman pelarangan dagang selama sepuluh tahun.

Jika ZTE melakukan hal yang tidak sesuai dengan perintah Amerika Serikat, penangguhan akan dicabut dan perusahaan tidak lagi dapat memperoleh komponen dari Amerika Serikat.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.