Menkominfo Johnny G. Plate.
Menkominfo Johnny G. Plate.

Menkominfo Gandeng BSSN Investigasi Kasus Bhinneka

Teknologi Kominfo teknologi cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 11 Mei 2020 19:58
Jakarta: Menkominfo Johnny G. Plate merespon kasus bocornya data pengguna Bhinneka.com sebanyak 1,2 juta yang baru diketahui akhir pekan lalu. Sama seperti kasus bocornya data Tokopedia beberapa minggu lalu, pihak Kominfo kembali memberikan dukungan investigasi.
 
Menkominfo Johnny G. Plate menyatakan masih akan menggandeng BSSN (Badan Siber dan dan Sandi Negara) untuk investigasi kasus bocornya data pengguna Bhinneka.com. Menurutnya langkah ini terkait dengan sistem keamanan dari layanan sehingga dinilai pantas untuk melihatkan BSSN.
 
"Kominfo tentu bekerja sama dengan BSSN bersama dengan Penyelenggara Sistem Elektronik, khususnya yang sudah diretas untuk evaluasi dan menganalisa di mana ruang-ruangnya, bagaimana menutup dan menjaga agar menciptakan sistem yang baru lebih tahan terhadap serangan-serangan," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Hacker Tokopedia Juga Curi dan Jual Data Bhinneka
 
"Dan, security system sendiri itu berada di bawah BSSN dan secara teknis barangkali BSSN lebih bisa memberikan komentarnya tentang security system, tapi kita bekerjasama," imbuhnya. Dia mengingatkan bahwa dalam hal ini penyelenggara sistem elektronik atau e-commerce juga menjadi korban.
 
"Mereka bagian diserang karenanya kita harus saling membantu untuk menjaga ruang digital ini bisa dijaga dengan baik. Sebagaimana mereka jadi korban, lalu korban berikutnya adalah masyarakat yang memiliki data-data pribadinya di sistem mereka," jelas Menkominfo Johnny G. Plate.
 
Menkominfo mengimbau penyedia sistem elektronik atau layanan di Tanah Air menyadari kewajiban mereka untuk melindungi data pribadi pengguna. Hal ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik.
 
Baca: Ramai Pembobolan Data, Bukalapak Bantah Ikutan Bocor
 
Dikutip dari ZDnet, berdasarkan penelusuran mereka ada sekitar 1,2 juta data pengguna Bhinneka.com yang telah dijual di dark web atau pasar gelap internet oleh kelompok ShinyHunters. Mereka termasuk dalam dugaan pihak yang membobol database akun pengguna dan toko di Tokopedia minggu lalu.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif