Grup Hacker Korut Curi Puluhan Juta Dolar AS dari ATM
Ilustrasi
Jakarta: Hacker yang memiliki hubungan dengan pemerintah Korea Utara menggunakan malware Trojan untuk mencuri puluhan juta dolar AS dari ATM di Asia dan Afrika, menurut laporan dari perusahaan keamanan siber Symantec. Malware yang digunakan oleh grup ini dinamai "Trojan.Fastcash".

Kelompok peretas yang dikenal dengan nama Lazarus ini menggunakan malware untuk menginfeksi server yang mengendalikan ATM, memungkinkan mereka mengendalikan ATM sehingga mereka bisa mengirimkan permintaan mengeluarkan uang palsu dan mengambil uang tersebut, menurut laporan The Verge.

Serangan serupa pada ATM juga pernah terjadi sejak akhir 2016, menurut peringatan yang dirilis oleh Tim Darurat Komputer dari Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat. Organisasi tersebut bertanggung jawab untuk menganlisa dan meminimalisir ancaman siber.


Pada 2017, terjadi satu penyerangan yang membuat penyerang mengambil uang dari banyak ATM di 30 negara berbeda pada saat bersamaan. Sementara pada tahun ini, terjadi serangan lain yang memungkinkan penyerang untuk mengambil uang dari ATM di 23 negara.

Symantec menyebutkan bahwa setiap serangan FastCash menyerang server yang menggunakan sistem operasi AIX yang tidak lagi mendapatkan dukungan berupa update. Ini mengimplikasikan bahwa kelemahan yang digunakan oleh para hacker sebenarnya telah diperbaiki.

Kejadian kali ini membuat Symantec percaya bahwa Lazarus -- yang diduga sebagai dalang dari serangan ini -- hanya berusaha untuk mendapatkan uang ekstra dan bukannya memenuhi agenda pemerintah Kore Utara.

Nama Lazarus pertama kali dikenal setelah mereka sukses melakukan meretas Sony pada 2014, yang berujung pada bocornya film The Interview.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.