Cara ESRI Agar Generasi Muda Semakin Mengenal GIS

Ellavie Ichlasa Amalia 24 Oktober 2018 14:18 WIB
teknologi
Cara ESRI Agar Generasi Muda Semakin Mengenal GIS
CEO ESRI Indonesia, Achmad Istamar.
Jakarta: ESRI menggandeng Binus untuk mengadakan GIS Week tahun ini. Acara yang diadakan di Binus Alam Sutera ini diharapkan akan dapat memperkenalkan teknologi GIS (Geographic Information System).

Dalam acara ini, perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan bahwa pihaknya tengah fokus untuk mengembangkan SDM (Sumber Daya Manusia). Ini menunjukkan bahwa memang ada kekurangan SDM yanng berkualitas. 

"Kalau kita bicara soal SDM, generasi milenial biasanya memang sangat akrab dengan teknologi digital, sangan mudah bagi mereka untuk menggunakan sistem seperti GIS," kata CEO ESRI Indonesia, Achmad Istamar.


"Sementara generasi X lebih terbiasa dengan metode klasik, seperti laporan tertulis. Nah, itu perlu mediasi. Maksudnya, para analis, baik di pemerintahan atau di masyarakat, mereka perlu bisa mengolah data dengan teknologi dan bisa menyajikannya denngan format yang bisa dipahami oleh generasi senior." Para analis itulah yang kini perlu dilatih. 

Selain mengadakan GIS Week setiap tahun, ESRI juga memiliki cara tersendiri untuk membuat generasi muda tertarik dengan teknologi GIS. Salah satunya adalah program GIS for School, yang memberikan lisensi program ERSI pada SMA. 

"Jadi pemahaman tentang peta bisa digunakan oleh anak-anak SMA untuk meningkatkan minat belajar pada geografi," kata pria yang akrab dengan panggilan Istamar ini ketika ditanya mengapa ERSI mengadakan program tersebut. "Sehingga siswa SMA bisa paham tentang pentingnya geografi dan membuat aplikasi yang tidak selalu soal sains, tapi juga aplikasi sosial, misalnya kuliner."
 
Selain untuk anak SMA, ESRI juga menawarkan lisensi gratis untuk universitas. Untuk mendapatkan lisensi itu, pihak universitas harus mengajukan proposal. Beberapa universitas yang telah mendapatkan lisensi itu antara lain UI, IPB, ITB, dan Binus. "Di universitas itu, software ESRI desktop sudah menjadi software standar dalam kegiatan belajar mengajar," katanya. 

Salah satu syarat untuk mendapatkan lisensi dari ESRI memang universitas sudah menggunakan program GIS mereka. "Syarat kedua, hasil penelitian yang memiliki impact pada masyarakat dipublikasikan," katanya. Dia mencontohkan, IPB pernah membuat laporan soal kabut sementara ITB terkait keadaan gelologi di Palu. 

Pada awalnya, biasanya fakultas yang mengadopsi teknologi GIS adalah teknologi terkait geografi. "Namun, seiring dengan berkembangnya big data, cloud, dan machine learning, teknologi ini juga dibutuhkan fakultas komputer, seperti Binus."



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.