Popularitas mata uang kripto disebut Kaspersky Labs mendorong potensi terjadinya kejahatan siber.
Popularitas mata uang kripto disebut Kaspersky Labs mendorong potensi terjadinya kejahatan siber.

Kaspersky Lab: 13% Populasi Dunia Gunakan Mata Uang Kripto

Teknologi cyber security
Lufthi Anggraeni • 23 Februari 2019 13:37
Jakarta: Laporan terbaru Kaspersky Lab menyebut bahwa satu dari sepuluh orang atau sekitar 13 persen di dunia kini menggunakan mata uang kripto sebagai alat bantu dalam transaksi pembelian.
 
Untuk kawasan Asia Tenggara, 28 persen dari 451 responden di Vietnam dan 27 persen dari 494 responden di Indonesia mengaku pernah menggunakan teknologi keuangan ini. Peningkatan popularitas ini turut mendorong peningkatan pemanfaatan mata uang kripto pelaku kejahatan siber.
 
Pemanfaatan ini dilakukan pelaku kejahatan dengan cara menargetkan pertukaran mata uang digital dan memodifikasi ancaman lama untuk menyerang investor. Hal ini berisiko menghilangkan tabungan milik seseorang yang disimpan dalam teknologi yang dinilai Kaspersky Labs tidak terlindungi ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Popularitas mata uang kripto ini terlihat dari fakta bahwa peritel dan penjualan makanan mulai menerima mata uang kripto. Dengan semakin tingginya minat masyarakat dalam menggunakan mata uang kripto untuk berinvestasi dan bertransaksi, dompet digital mereka juga disebut Kaspersky Labs semakin rentan dicuri.
 
Dompet digital milik masyarakat ini juga semakin berpotensi mengalami pertukaran yang tidak aman. Salah satu kasus besar terkait pencurian mata uang kripto adalah ketika 120.000 bitcoin dicuri dari dompet pelanggan di Bitfinex pada empat setengah tahun yang lalu.
 
Kaspersky Labs juga menyebut kasus Coincheck yang mengalami peretasan sebesar USD530 juta pada tahun 2018 sebagai salah satu bukti ketidakamanan sistem pertukaran ini, serta kemudahan bagi pelaku kejahatan siber untuk mengakses jaringan secara langsung dan menyebabkan kerusakan yang parah dan tidak dapat diperbaiki.
 
Sementara itu, untuk konsumen yang ingin terus menggunakan mata uang kripto sebagai metode investasi dan pembayaran, Kaspersky Lab menyarankan untuk selalu memverifikasi alamat situs dompet digital dan tidak mengikuti tautan ke bank online atau dompet digital, serta menggunakan kunci berbentuk hardware untuk mata uang kripto.
 
Selain itu, konsumen juga disarankan untuk memeriksa alamat penerima, jumlah yang dikirim, dan perkiraan biaya terkait sebelum mengirim transaksi. Tidak hanya itu, Kaspersky Labs menyarankan agar konsumen menuliskan frasa mnemonik untuk membantu proses pemulihan dompet kripto jika terjadi kehilangan atau lupa kata sandi.
 
Kaspersky Labs juga menyarankan konsumen untuk memasang solusi keamanan berkualitas tinggi, seperti Kaspersky Internet Security, guna melindungi perangkat yang Anda gunakan untuk mengakses dompet kripto dan penjualan di bursa kripto.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif