Ilustrasi.
Ilustrasi.

Microsoft Build 2019

Ini Teknologi Microsoft yang Dipasang di Starbucks

Teknologi microsoft Microsoft Build
Ellavie Ichlasa Amalia • 08 Mei 2019 10:11
Seattle:Semakin banyak perusahaan non-teknologi yang mengadopsi teknologi, ungkap CEO Microsoft Satya Nadella dalam Build 2019 yang diadakan di Seattle. Contohnya Starbucks.
 
Starbucks adalah jaringan kedai kopi yang dikenal tidak hanya karena berbagai kopi yang mereka sajikan, tapi juga pengalaman yang diberikan para pelanggannya.
 
Mereka tidak segan untuk mengadopsi teknologi. Misalnya, pada aplikasinya, Starbucks menawarkan rekomendasi khusus untuk setiap pelanggannya, berdasarkan apa yang mereka pesan sebelum ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kali ini, Starbucks bekerja sama dengan Microsoft untuk menawarkan rekomendasi personal ke pelanggan drive-thru. Saat ini, fitur yang dinamai Deep Brew itu tengah diuji di Tryer Center innovation hub di Seattle, Amerika Serikat.
 
Anita Rao, Program Manager, AI, Analytics, & Data, Microsoft menjelaskan, Deep Brew akan memberikan empat rekomendasi menu berdasarkan menu yang tengah populer pada hari itu atau momen tertentu.
 
Hal lain yang dipertimbangkan oleh sistem adalah ketersediaan produk, cuaca pada hari itu, dan produk yang juga disukai oleh pelanggan lain yang memesan hal yang sama.
 
"Tidak semua Starbucks akan menunjukkan rekomendasi yang sama. Deep Brew akan menunjukkan preferensi lokal," kata Rao.
 
Selain itu, Starbucks juga menghubungkan mesin kopi mereka ke Azure sehingga platform cloud milik Microsoft itu akan bekerja layaknya command center. Dengan begitu, Starbucks bisa mengoperasikan mesin dengan lebih efisien serta memprediksi masalah yang mungkin terjadi.
 
Mengingat betapa sibuknya Starbucks, ini bisa membantu mereka mencegah terjadinya masalah di tengah kesibukan.
 
Ini juga akan membantu Starbucks untuk memperbarui menu pada mesin kopi yang mereka gunakan. Jika sebelum ini memperbarui semua mesin kopi Starbucks membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu, kini, semua itu bisa diselesaikan dalam waktu harian karena update cukup dikirimkan melalui cloud.
 
Starbucks juga menggunakan program blockchain dari Microsoft. Program ini akan menunjukkan perjalanan biji kopi yang digunakan di Starbucks.
 
Pada akhirnya, Starbucks berharap pelanggan mereka bisa tahu darimana biji kopi yang mereka minum berasal serta memberdayakan para petani biji kopi.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif