YouTube mengunggah konten karya Lily Hevesh tanpa mencantumkan informasi kreator di Twitter.
YouTube mengunggah konten karya Lily Hevesh tanpa mencantumkan informasi kreator di Twitter.

YouTube Dikecam Penggunanya, Ada Apa?

Teknologi youtube
Lufthi Anggraeni • 27 Desember 2018 09:51
Jakarta: YouTube mendapatkan kecaman dari pengguna jejaring sosial miliknya, setelah mengunggah video karya pengguna tanpa mencantumkan identitas kreator. Hal ini diungkap Lily Hevesh saat mengakses Twitter dan mendapati video Natal YouTube.
 
Menurut Hevest, video tersebut merupakan video karyanya, namun YouTube tidak mencantumkan nama akun atau saluran YouTube miliknya di bagian informasi dari video tersebut.
 
Tweet yang diunggah YouTube tersebut juga menggunakan intro karya Hevesh, yang digunakan menyambut penonton videonya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Video karya Hevesh ini diunggah ke saluran YouTube miliknya pada tanggal 23 Desember, dan telah ditonton oleh sebanyak 60.000 penonton. Namun, versi yang diunggah YouTube telah ditonton oleh sebanyak lebih dari 250.000 penonton.
 
Hevesh, seniman domino profesional, menggunakan YouTube utamanya sebagai medium untuk mempromosikan hasil karyanya.
 
Dengan tidak mencantumkan informasi terkait Hevesh saat menampilkan video karyanya ke pemirsa lebih luas, YouTube menghapus peluang Hevesh untuk memperoleh perhatian yang mungkin berujung pada kesempatan pekerjaan.
 
Sebagai informasi, YouTube memiliki sebanyak 71 juta pengikut di Twitter. Selain itu, permasalahan yang muncul menjadi semakin besar, sebab kreator YouTube seperti Hevesh bergantung pada jumlah tonton dan pelanggan untuk mempertahankan kesepakatan iklan dan sponsorship.
 
Sehingga, saat YouTube tidak mengarahkan pemirsa ke saluran milik Hevesh, Hevesh tidak mendapatkan uang yang menjadi haknya. Hal ini diperkirakan menjadi pendorong kekecewaan Hevesh, yang didukung oleh kreator dan komunitas secara keseluruhan.
 
Mengunggah ulang video tanpa mencantumkan informasi terkait pencipta merupakan tindakan yang dilarang YouTube. Halaman kebijakan dan panduan komunitas YouTube secara spesifik menyebut kreator hanya boleh mengunggah video karya mereka atau video yang memiliki izin.
 
Namun, YouTube memiliki lisensi terbatas untuk video penggunanya, sehingga secara legal, YouTube dapat mengambil konten Hevesh dan mengunggahnya ke akun Twitter resminya. Permasalahan pada kasus ini dinilai sejumlah pihak lebih kepada persoalan kode etik.
 
YouTube telah mengakui kesalahannya pada tweet selanjutnya yang diunggah pada tanggal 26 Desember lalu, dan telah mencantumkan saluran YouTube milik Hevesh. Kicauan YouTube tersebut ditanggapi secara sinis oleh Hevesh.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif