SilverPush Kenalkan Mirrors, Teknologi Identifikasi Objek Pada Video

Ellavie Ichlasa Amalia 28 November 2018 16:45 WIB
kecerdasan buatan
SilverPush Kenalkan Mirrors, Teknologi Identifikasi Objek Pada Video
Mirrors dapat mengenali objek dalam video.
Jakarta: SilverPush meluncukran Mirrors, teknologi penginderaan berbasis kecerdasan buatan. Teknologi ini berfungsi untuk mengidentifikasi logo merek, wajah, emosi, dan objek dalam video.

Sejauh ini, SilverPush telah memperkenalkan teknologi ini ke Asia Tenggara, Afrika Selatan, Jepang, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Tanzania.

Mirrors berfungsi untuk digunakan dalam iklan video online. Teknologi ini dapat mengidentifikasi objek dan orang di dalam video sehingga pengiklan bisa tahu iklan apa yang seharusnya dipasang pada video tersebut.


Dengan begitu, diharapkan, penonton tidak akan merasa terganggu dengan iklan yang muncul dan para pengiklan akan bisa menampilkan iklan yang lebih relevan dengan penonton.

"Mirrors adalah puncak dari peneltian kami selama bertahun-tahun untuk memahami bagaimana pengguna dapat terlihat dengan suatu merek ketika melihat video online," kata Kartik Mehta, Chief Revenue Officer, SilverPush.

Teknologi Mirrors hadir ketika masyarakat semakin menggemari konten video-on-demand, yang memengaruhi pasar TV global. Menurut data pemasaran dataxu, pendapatan TV berbayar dan video OTT (Over-The-Top) akan mencapai USD77,4 miliar pada 2021.

Saat ini, pengguna internet dan smartphone terus naik, termasuk di Indonesia. Itu akan meningkatkan konsumsi video online. Teknologi Mirrors akan membantu pengiklan untuk menjangkau audiens yang relevan dengan produk mereka.

"Bayangkan jika menonton video dari sebuah lagu romantis yang menampilkan Emma Stone yang sedang berpegangan tangan dengan seorang laki-laki di malam hari. Teknologi ‘Mirrors’ dapat dengan cepat mengakses seluruh video yang berkaitan untuk mengidentifikasi momen ini dan merekomendasikan film La La Land kepada pemirsa sebagai tampilan selanjutnya,” kata Kartik.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.