CEO Red Hat, Matt Hicks.
CEO Red Hat, Matt Hicks.

Bicara Soal AI, Red Hat: Dampaknya Besar sebagai Inovasi dan Tantangan

Cahyandaru Kuncorojati • 09 Juni 2024 08:49
Jakarta: Pada sesi tanya jawab dengan media usai Red Hat Summit 2024, Matt Hicks sang CEO perusahaan tersebut memberikan pandangannya mengenai topik yang tengah populer yaitu Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan.
 
Mirip dengan prinsip open-source yang menjadi keunggulan dari Red Hat, teknologi AI bisa dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi berbagai macam bentuk sehingga menawarkan inovasi sekaligus tantangan baru.
 
"AI tidak hanya membawa dampak bagi kehidupan saat ini, bagi mereka yang bergelut di bidang IT teknologi AI juga ikut berdampak besar salah satunya sebagai tantangan baru, bahkan modernisasi," tutur Matt.

Dia menilai AI bisa dilihat memiliki potensi membantu sosok di bidang IT menjawab tantangan modern. Mereka tidak lagi sibuk berkutat dengan tugas pokoknya tapi juga memikirkan tantangan dari aspek bisnis.
 
"Saya berpikir (AI) ini memperkuat peran pekerja IT untuk tidak hanya sibuk bekerja di aspek maintenance tapi juga mengembangkan core business," ucapnya.
 
Matt menyampaikan opini bijak yang sama seperti sebagian besar bahwa perkembangan teknologi AI pada saat ini masih dalam tahap awal. Melihat lompatan perkembangannya yang cepat.
 
Matt meyakini bahwa AI akan berpengaruh terhadap pertumbuhan bisnis dan perusahaan. Saat ditanya mengenai kesiapan organisasi dan bisnis di kawasan Asia Pasifik terhadap perkembangan AI, Matt menilai bahwa kawasan ini sudah sangat siap dan masif dalam memanfaatkan teknologi AI yang sudah ada untuk dikembangan lagi.
 
"Hal yang saya sukai dari open-source adalah tidak ada batasan bagi tiap kawasan atau negara untuk berinovasi, mengasah kemampuan dan meningkatkan kapabilitasnya untuk bersaing," ujar Matt.
 
"Kawasan Asia Pasifik justru menurut saya sangat masif dibandingkan lainnya karena mereka mengembangkan model language untuk kawasan yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sehingga hasilnya akan lebih maksimal dan bermanfaat," jelasnya.
 
Matt menegaskan bahwa prinsip open-source telah diakui memberikan banyak benefit. Dia menyebut bahwa Red Hat memberikan banyak dukungan dan opsi yang fleksibel untuk pengembangan AI dibandingkan kompetitornya.
 
"Saat melihat kompetitor, hal yang membedakan Red Hat adalah kami menyediakan opsi untuk pengguna menjalankan aplikasi atau sistem mereka, bahkan dengan model hybrid sekalipun," katanya.
 
"Kamu bisa melatih (AI) di public cloud, data center, bahkan edge dengan kompatibilitas ke banyak hardware, bagi kami ini adalah pilihan terbaik bagi industri ke depannya," tandasnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA