Acara yang digelar perusahaan fasilitator bisnis global Trescon ini mengusung tema Architecting Indonesia's Sovereign & Scalable AI Future'.
Group CEO Trescon Naveen Bharadwa, mengatakan acara ini menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong implementasi kecerdasan buatan (AI) dari tahap uji coba menuju penerapan komersial dalam skala besar, khususnya di Indonesia.
“Di Jakarta, hari ini dan besok, lebih dari 1.000 orang, kolega kita dalam perjalanan transformasi AI kita berkumpul untuk menyaksikan lebih dari 45 pemimpin pemikiran dari berbagai industri berbagi pengalaman, pengetahuan mereka tentang AI, studi kasus praktis di dunia nyata, kebijakan pemerintah, pengembangan infrastruktur, secara terbuka membahas tantangan, peluang, solusi, dan bagaimana kita semua dapat bersama-sama mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 yang didukung oleh AI,” kata Naveen dalam pembukaan World AI Show Selasa, 7 Juli 2026.
Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 dengan AI
Lebih lanjut Naveen menjelaskan bahwa acara ini menjadi enabler untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan AI sebagai penggeraknya. Selain itu, dengan menghadirkan pembicara dari pemerintah, akademisi, perusahaan teknologi, dan startup semua tantangan dan yang sudah dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut akan dibahas dengan detail.
“Jadi tujuan acara ini adalah untuk menjadi penggerak visi Indonesia untuk menjadi bukan hanya Indonesia emas pada tahun 2045, tetapi juga negara yang lahir di era AI, digital, dan berwawasan ke depan pada tahun 2045. Saya tidak akan membahas setiap detailnya, tetapi Anda dapat melihat bahwa kami memiliki perwakilan dari pemerintah, industri, akademisi, perusahaan teknologi, perusahaan rintisan, mereka yang berinvestasi di AI, mereka yang memiliki pengalaman di bidang AI, dan masih banyak lagi,” ucapnya.
Naveen menilai acara ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mewujudkan Indonesia sebagai penggerak AI di Asia Tenggara. “Dan saya sangat yakin bahwa Indonesia memiliki kesempatan untuk tidak hanya ikut-ikutan dan mengikuti tren AI, tetapi sebenarnya untuk memimpin tren AI,” jelasnya.
13 Pembicara Utama
Sebanyak 13 pembicara utama dijadwalkan hadir untuk membahas arah pengembangan AI di Indonesia, di antaranya:
1. H.E. Prof. Dr. Pratikno – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI
2. Vivi Yulaswati – Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas
3. Muhammad Neil El Himam – Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif
4. Prof. Hammam Riza – Presiden KORIKA
5. Wempi Saputra – Executive Director, World Bank
6. Arie Purwanto – Wakil Direktur Data Science and Governance, BPK
7. Sujala Pant – Resident Representative UNDP Indonesia
8. Eryk Pratama – Wakil Ketua Komite Tetap AI dan Perlindungan Data Pribadi KADIN
9. Budi Setiawan – Pelaksana Tugas Direktur Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Kementerian Perindustrian
10. Mark Jefferson GO – Chief Strategy, Research and Development Officer PT Erajaya Swasembada Tbk
11. Ajar Edi – Senior Vice President Regulatory & Government Affairs PT Indosat Tbk
12. Charles Budiman – Chief Digital Banking Officer PT Bank Maybank Indonesia
13. Andri Qiantori – Chief Technology Officer LinkAja.
World AI Show mendapat dukungan dari mitra strategis pemerintah, yakni Kementerian Perindustrian melalui Startup For Industry (SFI) dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Acara ini juga didukung oleh organisasi industri AISII dan KORIKA.
Penyelenggaraan acara ini juga didukung oleh berbagai perusahaan teknologi global dan pelaku industri. DATADOG menjadi Lead Sponsor, Magure sebagai Platinum Sponsor, serta Zoom, UCloud Global, PT ASIX Indonesia Cerdas, Redis, dan Akamai sebagai Gold Sponsor. Dukungan juga datang dari Alibaba Cloud, Indonet, Datalabs, Google Cloud, PingCAP TiDB, Primary Guard, serta sejumlah perusahaan teknologi lainnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda