Rumor di WhatsApp Dorong Warga India Bunuh 5 Pendatang

Ellavie Ichlasa Amalia 03 Juli 2018 13:19 WIB
whatsapp
Rumor di WhatsApp Dorong Warga India Bunuh 5 Pendatang
Rumor salah di WhatsApp sebabkan kematian lima orang di India. (AFP PHOTO / Lionel BONAVENTURE)
Jakarta: Lima orang di Dhule, India, dikabarkan mati dibunuh massa pada hari Minggu, setelah muncul rumor di WhatsApp bahwa mereka adalah penculik anak-anak.

Dua belas orang ditangkap atas tuduhan pembunuhan, lapor BBC. Kelima korban dilaporkan sebagai anggota dari komunitas nomad yang tengah melewati desa itu ketika mereka diserang. Para korban memohon agar mereka diampuni ketika mereka diserang.

Kabar tentang kelima korban adalah penculik muncul ketika salah satu pria diduga berbicara dengan seorang anak perempuan. Hal ini membuat warga desa curiga, menurut laporan CNET.


Masyarakat kemudian bertanya pada kelompok orang itu, tapi mereka tidak puas dengan jawaban yang diberikan, ungkap M. Ramkumar, seorang anggota polisi senior. 

Warga kemudian membawa kelima pria tersebut ke sebuah ruangan dan memukuli mereka dengan tongkat bambu dan batu. 

Kasus kematian akibat tersebarnya rumor salah di WhatsApp telah terjadi sebanyak 12 kali di India. Rumor-rumor itu biasanya dilengkapi dengan video yang menunjukkan seorang anak yang diculik oleh dua laki-laki menggunakan motor.

Ironisnya, video tersebut sebenarnya adalah film buatan Pakistan untuk meningkatkan kesadaran akan bahayanya penculikan anak-anak. Video itu kemudian diedit dan disebarkan di WhatsApp, lengkap dengan peringatan akan bahaya dari para "penculik" tersebut. 

Media lokal juga ikut melaporkan rumor itu, memperkuat kabar burung tersebut dan mendorong masyarakat untuk menyerang orang-orang asing yang tak dikenal masyarakat atau tidak bisa berbicara menggunakan bahasa lokal. 



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.