Google Beli Perusahaan Pencipta Audio Layar Smartphone

Lufthi Anggraeni 12 Januari 2018 07:54 WIB
google
Google Beli Perusahaan Pencipta Audio Layar Smartphone
Google mengakuisisi startup asal Inggris, Redux, pencipta teknologi pencipta audi dari layar via getaran.
Jakarta: Google membeli startup asal Inggris bernama Redux, pemilik teknologi yang memungkinkan layar smartphone berfungsi serupa speaker. Teknologi ini dinilai mampu membantu produsen dalam mengembangkan ponsel tanpa speaker.

Pengembangan ponsel tanpa speaker mampu menyediakan ruang internal lebih banyak, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembekalan baterai berukuran dan berkapasitas lebih besar serta komponen lainnnya.

Melalui getaran layar menggunakan aktuator kecil, suara dapat disampaikan melalui layar. Selain itu, untuk memproduksi tipe suara serupa dengan speaker ponsel, teknologi Redux juga memproduksi umpan balik haptic saat pengguna mengetuk layar.


Redux memiliki 178 paten selain 50 paten lain yang masih dalam proses pendaftaran di badan regulasi terkait. Menurut situs bernama Cruchbase, akuisisi Google dan Redux ini dilakukan pada 6 Agustus lalu, dua setengah bulan setelah Redux menerima pendanaan dari Arie Capital.

Pendanaan yang baru diperoleh Redux tersebut dilaporkan bernilai sebesar USD5 juta (Rp66,6 miliar). Sementara itu, hingga saat ini, masih belum tersedia informasi terkait dengan harga yang dibayarkan Google untuk mengakuisisi Redux.

Teknologi ini diperkirakan akan diaplikasikan pada generasi selanjutnya dari perangkat Google Pixel. Menghilangkan speaker pada Pixel 3 dan Pixel 3 XL dinilai dapat memungkinkan produsen smartphone untuk meningkatkan usia baterai dan memperbaiki suara dari ponsel.

Google juga dinilai perlu memastikan bahwa teknologi ini mampu bertahan dalam jangka waktu lama dan tidak bermasalah, terutama setelah seluruh permasalahan yang mempengaruhi Pixel 2 dan Pixel 2 XL pada tahun ini. Sejumlah permasalahan tersebut terkait speaker pada kedua ponsel.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.