Dokumen sertifikasi yang didaftarkan Apple untuk MacBook Pro baru kepada FCC mendapat persetujuan.
Dokumen sertifikasi yang didaftarkan Apple untuk MacBook Pro baru kepada FCC mendapat persetujuan.

Begini Bocoran Apple MacBook Pro

Teknologi apple
Lufthi Anggraeni • 04 Juli 2019 17:36
Jakarta: Apple diperkirakan akan segera merilis model atau ukuran baru MacBook Pro. Salah satu dokumen sertifikasi yang didaftarkan Apple kepada FCC dilaporkan telah mendapatkan persetujuan dari badan regulasi perangkat telekomunikasi Amerika Serikat tersebut.
 
Dokumen ini dilaporkan GSM Arena ditujukan untuk MacBook Pro model 13 inci tanpa dukungan Touch Bar. Dokumen yang didaftarkan kepada FCC ini mencantumkan A2159 sebagai nomor model laptop Apple itu.
 
Salah satu dokumen ini juga mencantumkan visualisasi dari pelabelan yang akan disematkan di bagian bawah perangkat. Pada laptop ini juga tercantum informasi terkait dengan daya baterai yaitu 20.3V @ 3A Max, setara dengan 61W.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Satu-satunya petunjuk yang ditampilkan pada dokumen ini adalah ukuran layar sebesar 13 inci tanpa dukungan Touch Bar. Sebagai referensi, model 15 inci hadi dengan charger sedikit lebih bertenaga 87W.
 
Apple juga dirumorkan akan meluncurkan MacBook Pro berlayar 16 inci dengan bezel lebih tipis, namun belum didukung oleh bukti kuat. Rumor ini baru dapat dibuktikan pada musim gugur mendatang, selaras dengan jadwal peluncuran Apple pada umumnya.
 
Sementara itu, pembaruan terakhir yang dihadirkan Apple untuk perangkat ini, yaitu MacBook Pro model 13 inci dan 15 inci. Apple MacBook model 13 inci dan 15 inci ini diluncurkan pada bulan Mei lalu. Model tersebut didukung oleh prosesor lebih bertenaga dan keyboard berjuluk kupu-kupu versi lebih baru.
 
Sebelumnya beredar informasi bahwa Mac Pro terbaru dari Apple akan diproduksi di Tiongkok. Sejak 2013, Apple merakit model Mac Pro di pabrik di Texas, Amerika Serikat. Sebagian besar produk Apple memang diproduksi di Tiongkok.
 
Keputusan ini muncul di tengah kondisi yang memanas antara Tiongkok dan AS. Pemerintah AS telah menetapkan bahwa produk impor dari Tiongkok akan dikenakan tarif 25 persen. Apple tampaknya telah berencana untuk memindahkan produksi Mac Pro ke Tiongkok sejak bertahun-tahun lalu.
 
Desainer legendaris Jony Ive memutuskan untuk keluar dari Apple, meski dia dan perusahaan barunya masih akan bekerja sama dengan Apple. Salah satu alasannya adalah CEO Apple Tim Cook dan para pemimpin di Apple lainnya tak lagi tertarik dengan desain, yang mengecewakan Ive.
 
Beberapa tahun belakangan, Ive sering tak hadir, membuatnya menjauh dari timnya di Apple. Selain itu, Apple juga kesulitan untuk meluncurkan produk yang populer, meningkatkan tekanan pada Ive, yang menjabat sebagai pemimpin tim desain.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif