Pendiri Huawei, Ren Zhengfei. (Photo by HANDOUT / HUAWEI / AFP)
Pendiri Huawei, Ren Zhengfei. (Photo by HANDOUT / HUAWEI / AFP)

Pendiri Huawei: AS Remehkan Kami

Teknologi google huawei
Ellavie Ichlasa Amalia • 21 Mei 2019 15:43
Jakarta:Pendiri Huawei, Ren Zhengfei menganggap, larangan pemerintah Amerika Serikat bagi perusahaan teknologi AS untuk bekerja sama dengan Huawei tidak akan memberikan pengaruh besar pada perusahaan.
 
Ren mengajak media Tiongkok untuk berkumpul di markas perusahaan di Shenzhen. Menurut laporan Global Times, Ren berkata, perpanjangan lisensi sementara sepanjang 90 hari tidak akan memberikan dampak yang signifikan pada Huawei, mengingat perusahaan telah membuat rencana persiapan.
 
"Dalam momen penting, saya berterima kasih pada perusahaan AS, karena mereka telah berkontribusi banyak pada pengembangan Huawei, dan menunjukkan hati nurani mereka terkait masalah ini," kata Ren, seperti yang dikutip dari The Verge.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setahu saya, perusahaan AS telah berusaha untuk mendorong pemerintah AS agar membiarkan mereka bekerja sama dengan Huawei... Kami akan selalu membutuhkan prosesor buatan AS, dan kami tidak bisa bisa berpikiran sempit dan melarang produk AS."
 
Ren berkata, larangan dagang AS tidak akan memengaruhi rencana Huawei untuk meluncurkan 5G. Dia juga yakin, perusahaan pesaing tidak akan bisa mengejar teknologi mereka dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan. Dia mengatakan, pemerintah AS "merendahkan kemampuan Huawei."
 
Pria berumur 74 tahun itu dikenal sebagai individu yang sangat mementingkan privasinya, sehingga dia hampir tidak pernah membiarkan dirinya diwawancara media. Namun, belakangan, dia menjadi cukup sering menggelar konferensi pers mengingat menegangnya hubungan antara perusahaannya dan AS.
 
Salah satu alasan mengapa Huawei dicurigai memiliki hubungan dekat dengan pemerintah adalah karena Ren pernah menjadi teknisi di Tentara Pembebasan Rakyat.
 
Google menarik lisensi Android dari Huawei pada hari Minggu untuk mematuhi peraturan eksekutif dari Presiden AS Donald Trump. Intel dan Qualcomm juga dikabarkan telah meminta para pekerjanya untuk berhenti bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi raksasa Tiongkok itu.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif