Apple dituduh akan menjual informasi terkait dengan pembelian iTunes tanpa sepengetahuan pengguna.
Apple dituduh akan menjual informasi terkait dengan pembelian iTunes tanpa sepengetahuan pengguna.

Pengguna iTunes Tuntut Apple Soal Privasi Data

Teknologi apple
Lufthi Anggraeni • 25 Mei 2019 13:35
Jakarta: Sejak insiden Cambridge Analytica terkuak, mengungkap bahwa data personal sebanyak 87 juta anggota Facebook tanpa izin, Apple dan sang CEO Tim Cook menegaskan bahwa Apple tidak menjadikan konsumen sebagai produknya.
 
Dengan kata lain, Apple mengklaim tidak menjual data personal milik pengguna iPhone dan iPad. Tuntutan hukum didaftarkan oleh tiga pengguna yang tinggal di Rhode Island dan Michigan mengklaim bahwa Apple akan menjual informasi terkait dengan pembelian iTunes tanpa sepengetahuan pengguna.
 
Tuntutan hukum yang didaftarkan di pengadilan federal di San Francisco terkait dengan status class-action. Tuntutan hukum mengklaim bahwa Apple mengungkap data personal konsumen iTunes tidak hanya ilegal, tetapi juga berbahaya karena memungkinkan pelaku kejahatan untuk menargetkan warga Amerika Serikat paling rentan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada tuntutan hukum ini, penggugat menyebut bahwa orang atau bisnis dapat menyewa daftar dengan nama dan alamat perempuan yang belum menikah dan lulusan universitas dengan lebih dari usia 70 dan pendapatan USD80.000 (Rp1,1 miliar), yang membeli musik Country dari Apple via aplikasi mobile iTunes Store.
 
Penuntut ini juga menambahkan bahwa daftar tersebut dijual seharga sekitar USD136 (Rp1,9 juta) per 1000 konsumen. Hal ini berarti perusahaan atau seseorang berbahaya yang menginginkannya, dapat membayar hanya sebesar 13 sen per konsumen untuk data tersebut.
 
Berbasis hukum privasi berbeda di setiap negara bagian, tuntutan hukum ini meminta pengadilan untuk memerintahkan Apple agar membayarkan biaya sebesar USD250 untuk setiap konsumen iTunes di Rhode Island, yang menjadi korban dari penyebaran informasi personal oleh Apple tanpa izin.
 
Selain itu, Apple juga diminta membayarkan biaya sebesar USD5.000 (Rp71,9 juta) untuk setiap warga Michigan yang menjadi korban insiden yang sama. Kasus ini didaftarkan sebagai kasus Wheaton v Apple, meski hingga saat ini Apple belum bersedia memberikan komentarnya.
 
Sebelumnya, Apple melalui sang CEO menegaskan bahwa perusahaannya tidak pernah menjadikan konsumennya sebagai produk sebanyak beberapa kali.
 
Pernyataan ini disampaikan Cook kala ditanyai jurnalis hal yang akan dilakukannya jika berada di posisi CEO Facebook, Mark Zuckerberg, saat insiden Cambridge Analytica baru saja terungkap.
 
Pernyataan yang sama juga disampaikan Cook saat berbicara di hadapan House Commitee on Energy and Commerce pada bulan Agustus lalu.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif