Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Pengguna Internet Rela Bagikan Data Pribadi Demi Kuis Online

Teknologi cyber security kaspersky
Cahyandaru Kuncorojati • 02 Oktober 2019 12:47
Jakarta: Masih ingat dengan beragam kuis online yang ada di Facebook, misalnya kuis yang mencari tahu wajah Anda mirip artis siapa, dan sejenisnya. Kuis online ini terdengar menarik tapi beberap waktu beredar laporan bahwa kuis semacam ini diam-diam mencuri data pribadi dari media sosial Anda.
 
Sayangnya, hal ini tidak membuat pengguna internet jera. Hasil survei terbaru perusahaan keamanan siber Kaspersky menyebut pengguna internet atau online di Asia Pasifik tidak sungkan membagikan informasi pribadi demi kuis online.
 
Dalam laporan Kaspersky's Global Privacy yang dirilis tahun ini, 39,2 persen mengatakan mereka bersedia mengorbankan data pribadi untuk mendapatkan keselamatan tambahan seperti pemeriksaan keamanan atau pengawasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perlu diketahui bahwa ada sebanyak 11.887 partisipan di 21 negara yang menjadi bagian dalam survei ini. Dari keseluruhan responden, 3.177 berasal dari Asia Tenggara, yaitu, Indonesia dan Vietnam.
 
Sebanyak 22 persen mengaku mereka berbagi rincian media sosial untuk mengetahui hasil kuis yang menghibur sementara 18,9 persen mengaku akan mengabaikan privasi jika mereka bisa mendapatkan sesuatu secara gratis, seperti software, layanan ataupun hadiah.
 
Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa lebih dari setengah atau sekitar 55,5 persen responden di Asia Pasifik dari kelompok umur 16-24 dan 25-34 berpikir mustahil untuk memiliki privasi online yang utuh di dunia digital modern.
 
Mengikuti pernyataan tersebut, para responden juga mengatakan bersedia mengorbankan data pribadi mereka untuk keuntungan jangka pendek dan likes dari media sosial.
 
Para pengguna yang disurvei dalam wilayah tersebut mengatakan 53,6 persen dari mereka sudah mengalami pelanggaran data atau rahasia pribadi yang berhasil diakses oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab.
 
Pelanggaran privasi online paling tinggi terjadi untuk kelompok usia 16-24 tahun yaitu mencapai 57,1 persen. Para responden mengatakan karena kebocoran data ini mereka merasa terganggu oleh spam dan iklan.
 
"Laporan kami jelas menunjukkan bahwa kesadaran akan keamanan data di seluruh wilayah memang meningkat. Namun sayangnya, kepuasan akan diri sendiri juga demikian dan begitu pula penyalahgunaan data," ungkap General Manager for Southeast Asia Kasperksy, Yeo Siang Tiong.
 
"Jadi, ketika kita harus menerima fakta bahwa tidak selamanya kita dapat menjamin keamanan digital dengan baik, banyak dari kita justru memilih untuk membagikan data tanpa berpikir panjang di platform online, padahal itu memiliki risiko kerugian yang besar. Sehingga banyak orang tanpa disadari justru menjadikan diri mereka target terbuka jelas," Yeo.
 
Kaspersky sendiri sudah menyediakan solusi atas permasalahan dan ancaman ini, mulai dari menyediakan software keamanan siber seperti Kaspersky Security Cloud, Password Manager, dan Internet Security.
 
Mereka juga memberikan beberapa tips dan trik yang bisa lakukan pengguna internet. Pertama, berpikir dua kali sebelum mengunggah konten di media sosial. Kedua adalah selalu menyimpan kata sandi akun online Anda dan tidak memberikannya dengan mudah termasuk ke layanan online atau digital lain.
 
Ketiga, Anda bisa menggunakan software atau layanan keamanan siber berlapis yang secara real-time membantu mengenali layanan atau situs berbahaya yang membujuk Anda untuk mengaksesnya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif