(kanan-kiri) Managing Director Asia Pacific Kaspersky, Sephan Neumeier; CEO Kaspersky, Eugene Kaspersky; dan CEO CyberSecurity Malaysia, Dato Amirudin Abdul Wahab.
(kanan-kiri) Managing Director Asia Pacific Kaspersky, Sephan Neumeier; CEO Kaspersky, Eugene Kaspersky; dan CEO CyberSecurity Malaysia, Dato Amirudin Abdul Wahab.

Kaspersky Buka Transparency Center Ketiga, Pertama di Asia Pasifik

Teknologi cyber security kaspersky
Cahyandaru Kuncorojati • 16 Agustus 2019 09:02
Cyberjaya: Melanjutkan misi sebagai perusahaan penyedia solusi keamanan siber yang bisa dipercaya, Kaspersky mengumumkan pembukaan fasilitas Transparency Center terbarunya. Fasilitas Kaspersky Transparency Center terbaru ketiga mereka dibuka di Cyberjaya, Malaysia.
 
Transparency Center yang dibangun kali ini masih jadi rangkaian program Global Transparency Initiative dari Kaspersky yang berusaha menunjukkan bahwa mereka merupakan perusahaan keamanan siber yang bisa dipercaya dan diajak berkolaborasi.
 
Dijelaskan Managing Director Asia Pacific Kaspersky, Sephan Neumeier, fasilitas sangat mendukung kolaborasi dengan pemerintah setempat dan mitra yang ingin bekerja sama untuk melihat proses kerja Kaspersky dan bersama mengembangkan keamanan siber yang lebih baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak hanya menjadi fasilitas untuk mengetahui tingkat keamanan siber pada sebuah teknologi tapi Kaspersky Transparency Center juga menjadi forum bersama kolaborasi pemerintah dan ahli teknologi serta mitra dari beragam industri untuk menjawab tantangan keamanan siber ke depannya," tutur Numeier dalam peresmiannya di kantor badan CyberSecurity Malaysia.
 
Disebutkan bahwa pemerintah bisa memintah bantuan Kaspersky untuk menilai sebuah serangan siber yang beredar di negara tersebut atau teknologi keamanan siber dari teknologi yang digunakan di Malaysia.
 
Numeier menegaskan bahwa konsumen berhak mengetahui cara Kaspersky bekerja dan meminta transparansi Kaspersky mengenai teknologi yang digunakan untuk menyediakan keamanan siber. Hal ini senada dengan penyataan CEO Kaspersky, Eugene Kaspersky yang juga hadir di acara peresmian.
 
"Kami bisa menunjukkan kepada konsumen dan pemegang kepentingan bahwa produk kami bisa dipercaya 100 persen dan terjamin selalu memberikan tingkat keamanan siber yang tinggi dan berkembang serta bekerlanjutan," ungkap Eugene.
 
"Global Transparency Initiative masih terus berjalan sesuai janji kami tahun lalu menjelang tahun 2020 kami akan memiliki tiga Transparency Center. Tahun lalu kita sudah buka di Zurich kemudian Madrid, dan kini Malaysia yang mewakili Transparency Center pertama di kawasan Asia Pasifik," jelas Eugene.
 
"Namun bukan berarti kami berhenti di sini. Kami terbuka dengan permintaan pemerintah di berbagai negara untuk menyediakan dukungan Kaspersky Transparency Center dan kami akan tunduk dengan regulasi yang ada," tegas Eugene.
 
CEO CyberSecurity Malaysia, Dato Amirudin Abdul Wahab menyebut kehadiran Kaspersky menjawab tantangan siber yang ditemukan di Malaysia. Dalam presentasinya dia mengutip beberapa kabar yang melaporkan negaranya menerima serangan malware terbanyak di Asia Tenggara untuk 2018.
 
"Kami meyakini bahwa lansekap ancaman serangan siber terus berkembang terutama di Malaysia. Kolaborasi ini sangat penting dan menunjukkan bahwa Kaspersky memiliki misi untuk menyediakan keamanan siber terbaik untuk semua ekosistem teknologi," tutur Dato Amirudin.
 
"Baru dua hari saya berada di sini (Malaysia), laporan yang saya terima kami sudah menemukan sekitar satu juga serangan siber yang terdeteksi. Ini adalah kebanggaan bagi Kaspersky tapi sekaligus kondisi yang buruk bagi keamanan siber," ungkap Eugene.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif