Google mengumumkan tanggal spesifik penutupan layanan Inbox melalui notifikasi pop-up.
Google mengumumkan tanggal spesifik penutupan layanan Inbox melalui notifikasi pop-up.

Google Tutup Inbox per 2 April

Teknologi google
Lufthi Anggraeni • 20 Maret 2019 15:49
Jakarta: Beberapa waktu lalu, Google memberitahukan pengguna terkait rencananya menutup layanan Inbox pada bulan Maret 2019 ini. Google berjanji bahwa fitur Inbox akan terintegrasi di Gmail sebelum layanan ini resmi ditutup.
 
Kini, Google mengumumkan tanggal spesifik penutupan Inbox meski melalui notifikasi pop-up. Pengguna Inbox telah menerima notifikasi pop-up selama beberapa waktu, mengingatkan mereka bahwa aplikasi ini akan segera ditutup dan mendorong pengguna untuk mencoba Gmail.
 
Namun dalam beberapa hari terakhir, notifikasi ini dilaporkan menampilkan informasi lebih spesifik. Kini notifikasi ini memberikan lini waktu lebih akurat dengan jumlah hari yang tersisa sebelum Inbox benar-benar ditutup, dan tanggal penutupan jatuh pada 2 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sayangnya, setelahnya Google dilaporkan kembali berbohong kepada pengguna Inbox, mengklaim bahwa pengguna dapat menemukan fitur Inbox di aplikasi Gmail.
 
Phone Arena menyebut kebohongan Google karena Gmail hanya menerima update berisi kemampuan yang sebelumnya dimiliki Inbox, yaitu menunda email.
 
Gmail disebut belum didukung kemampuan lain milik Inbox seperti Trips, dan kemampuan menyoroti item yang dapat ditindaklanjuti di dalam email seperti lampiran, lokasi dan sebagainya.
 
Selain itu, Gmail juga belum memiliki opsi untuk menyimpan tautan ke Inbox, justru ke Keep atau Task di sisi Gmail, serta opsi untuk menyematkan pesan atau catatan.
 
Google diperkirakan akan menghadirkan kejutan dan menambahkan seluruh fitur tersebut dalam kurun waktu dua minggu mendatang. Namun, mengingat lambatnya penambahan fitur miliki Inbox ini ke Gmail, sejumlah pihak mengaku skeptis fitur tersebut akan tersedia di Gmail.
 
Hingga saat ini, Google masih dengan gencar mendorong pengguna untuk meninggalkan Inbox dan beralih ke Gmail.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif