Regulator Eropa Selidiki Twitter, Ada Apa?
Twitter diselidiki oleh DPC. (Photo by NICOLAS ASFOURI / AFP)
Jakarta: Regulator privasi Irlandia memulai penyelidikan tentang seberapa banyak data yang dikumpulkan oleh Twitter melalui sistem pemendekan URL mereka. 

Penyelidikan ini bermula dari permintaan yang dibuat oleh profesor asal Inggris, Michael Veale atas dasar Regulasi Perlindungan Data Umum (GDPR), regulasi privasi Uni Eropa yang mulai berlaku pada Mei.

Di bawah GDPR, warga Uni Eropa berhak untuk meminta data yang dikumpulkan oleh perusahaan. Ketika Veale meminta datanya pada Twitter, perusahaan mengklaim bahwa mereka tidak mengumpulkan data apapun dari layanan pemendekan tautan mereka. 


Velae tidak percaya dan menghubungi regulator privasi terkait untuk tahu pasti apakah Twitter menyembunyikan datanya, menurut laporan The Verge.

Sekarang, penyelidikan ini tengah berjalan. Menurut laporan Fortune, surat konfirmasi akan penyelidikan ini telah dikirimkan pada Veale dari Komisioner Privasi Data Irlandia (DPC). 

"DPC telah memulai penyelidikan formal akan protes Anda," tulis surat itu.

"Penyelidikan ini akan membahas tentang apakah Twitter telah memenuhi kewajiban mereka terkait protes Anda dan untuk menentukan apakah Twitter telah melanggar GDPR atau Hukum Perlindungan Data lain."

Pada awalnya, Twitter membuat sistem penyingkat tautan dengan tujuan untuk membantu pengguna menghemat karakter, mengingat dalam sebuah kicauan, karakter yang bisa Anda gunakan sangat terbatas. Sistem ini juga sangat berguna untuk melawan malware

Saat ditanya soal ini, Twitter menolak berkomentar. Mereka hanya menyebutkan bahwa mereka secara aktif berkomunikasi dengan DPC Irlandia. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.