Kemenkominfo Pertimbangkan Proposal First Media dan Bolt
Bolt menjadi penyedia layanan internet yang hanya menyediakan jaringan 4G LTE. (Bolt)
Jakarta: Bolt dan First Media mengajukan proposal terkait penunggakan pembayaran sejak 2016.

First Media dan Bolt yang memastikan layanan mereka masih bisa diakses karena telah membuat kesepatakan dengan pihak Kominfo sebagai pihak berwenang yang mengatur izin penggunaan frekuensi.

"PT Internux (Bolt) akan tetap memberikan layanan yang terbaik sambil menunggu dan berharap adanya penyelesaian," ungkap Presiden Direktur PT Internux (Bolt) Dicky Moechtar.


"Sehubungan dengan hal ini, PT Internux (Bolt) memutuskan untuk sementara tidak menerima pembelian baru dari pelanggan baik isi ulang (top up) maupun paket berlangganan, sampai perseroan mendapatkan arahan dan persetujuan dari Kemenkominfo," imbuhnya.

Dari pihak First Media yang catatannya masih satu induk perusahaan dengan Internux, membagikan pernyataan yang sama. Layanannya masih bisa diakses dan sementara tidak menerima pembelian layanan berlangganan baru.

Keduanya sama-sama menyebutkan bahwa mereka telah mengajukan proposal penyelesaian kepada Kominfo pada Jumat, 16 November 2018.

Proposal penyelesaian tersebut berisi komitmen kedua perusahaan untuk membayarkan tunggakan izin penggunaan frekuensi dengan skema yang mereka sudah rencanakan.

Kepada media, Plt.Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan hingga saat ini pihak kementerian masih tengah membahas proposal tersebut.

"Kami masih mempertimbangkan dari dua pilihan yang ada, apakah memutuskan untuk mencabut izin penggunaan frekuensi atau menerima prosposal, ini yang masih alot di rapat SDPPI," ungkap Fernandus.

Menurutnya proposal skema pembayaran utang yang diajukan kedua perusahaan lebih menarik karena bisa diselesaikan hingga September 2020. Sementara skema pembayaran yang dirilis dalam surat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) memberikan waktu pembayaran hingga 10 tahun ke depan.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.