Sony didorong untuk segera mengambil keputusan terkait dengan divisi smartphone miliknya.
Sony didorong untuk segera mengambil keputusan terkait dengan divisi smartphone miliknya.

Sisa Waktu Sony di Industri Smartphone Kian Sedikit

Teknologi sony
Lufthi Anggraeni • 27 April 2019 11:03
Jakarta: Sony disebut tidak pernah dapat memperoleh kesuksesan di industri smartphone seperti kesuksesan yang diperolehnya di pasar MP3, konsol game video dan televisi. Mencoba membedakan dirinya, tahun ini Sony meluncurkan perangkat unggulan Xperia 1 di ajang MWC.
 
Xperia 1 hadir dengan layar AMOLED berukuran 6,5 inci dengan rasio aspek 21:9, dan ditawarkan sebagai perangkat penyuguh pengalaman menonton menyenangkan. Sayangnya, harga jual yang dinilai terlalu tinggi menjadikan penjualan ponsel ini tidak terlalu baik.
 
Sementara itu, Android Authority melaporkan bahwa untuk kedua kalinya dalam kurun waktu enam tahun, instansi finansial tertentu tengah menghimpun saham Sony dengan harapan dapat mempengaruhi keputusan bisnisnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah sumber menyebut bahwa Third Point LLC yang dikelola oleh Daniel Loeb, berusaha untuk mengimplementasikan strategi perubahan haluannya untuk Sony. Pendanaan Loeb dilaporkan berupa aset senilai USD14,5 miliar (Rp205,7 triliun).
 
Aset ini diyakini akan menghimpun dana senilai USD500 juta (Rp7,09 triliun) hingga USD1 miliar (Rp14,1 triliun) untuk secara khusus mendanai pembelian saham Sony dalam jumlah lebih besar. Bagian Sony yang diinginkan Third Point termasuk bisnis semikonduktor dan asuransi, serta studio film.
 
Beberapa pihak meyakini bahwa bisnis tersebut akan menarik perhatian Amazon dan Netflix. Laporan tersebut tidak menyebutkan bisnis ponsel mobile, diperkirakan akan menjadi divisi yang akan dituntut Loeb untuk ditutup.
 
Pada bulan lalu, Sony mengumumkan penggabungan bisnis mobile dengan bisnis di segmen yang sama, termasuk TV, kamera dan produk audio. Sedangkan laporan Nikkei Asian Review yang dirilis pada bulan Maret menyebut bahwa Sony akan mengurangi separuh jumlah pegawai di divisi smartphone pada tahun 2020.
 
Analis Jefferies Atul Goyal menyebut bahwa Sony perlu keluar dari bisnis ponsel mobile. Sony dipastikan akan berencana untuk mengukur penerimaan Xperia 1 sebelum memutuskan untuk melanjutkan atau menghentikan upayanya dalam memproduksi smartphone.
 
Namun, jika Third Point LLC membangun saham yang cukup besar di Sony, keputusan mengurangi kerugian di industri smartphone mungkin akan diambil oleh perusahaan asal Jepang tersebut.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif