Palo Alto Networks menyebut jaringan 5G dapat dimanfaatkan dan menguntungkan bagi peretas.
Palo Alto Networks menyebut jaringan 5G dapat dimanfaatkan dan menguntungkan bagi peretas.

Jaringan 5G Bisa Untungkan Peretas

Teknologi teknologi telekomunikasi cyber security
Lufthi Anggraeni • 08 Februari 2019 17:03
Jakarta: Palo Alto Networks menilai industri telekomunikasi menjadi salah satu target empuk bagi kriminal siber. Peran penting yang dipegang industri ini turut mendorong para kriminal siber untuk menyerang perusahaan-perusahaan telekomunikasi.
 
“Industri telekomunikasi secara alamiah menjadi salah satu target dari serangan siber. Sebab, dulu jaringan telekomunikasi hanya dimanfaatkan untuk melakukan telepon. Sekarang, banyak transaksi finansial dilakukan via jaringan telekomunikasi. Terlebih dengan kehadiran jaringan 5G, yang akan jadi jalan tol untuk penyerang siber,” ujar Country Director Palo Alto Networks Indonesia Surung Sinamo.
 
Jaringan 5G disebut Surung mendorong terciptanya aplikasi untuk berbagai layanan dan aktivitas, sehingga membuat inovasi menjadi semakin beragam. Namun, inovasi ini turut membuka celah yang dapat dimanfaatkan oleh peretas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebab, aplikasi baru turut menghadirkan periode tanpa proteksi, yang dikenal dengan istilah Zero Day. Ini bisa dimanfaatkan oleh peretas. Sementara itu, Surung menyebutkan, kehadiran jaringan 5G yang menjanjikan konektivitas yang lebih cepat juga akan melibatkan penyedia layanan komunikasi pada berbagai transaksi di aplikasi.
 
Jaringan 5G yang menjanjikan kapasitas lebih besar akan meningkatkan jumlah perangkat yang terhubung ke internet, sehingga celah keamanan yang ditimbulkan juga semakin besar dan secara alami meningkatkan jumlah serangan siber.
 
Karenanya, Palo Alto Network berkata, pelaku industri telekomunikasi perlu meningkatkan investasi pada perlindungan dan melakukan modernisasi sistem keamanan agar tetap dapat mengikuti perkembangan teknologi dan malware yang dibuat dengan teknologi baru ini.
 
Selain itu, tidak hanya berinvestasi dalam keamanan jaringan, Palo Alto Networks menyebut pelaku industri telekomunikasi juga perlu meningkatkan perlindungan pada cloud dan end-point, serta memastikan bahwa ketiga komponen tersebut saling terintegrasi.
 
Integrasi ini ditujukan untuk memudahkan proses update sistem perlindungan saat dibutuhkan. Pelaku industri telekomunikasi juga dinilai perlu meningkatkan investasi pada otomatisasi, sehingga proses update sistem perlindungan tersebut lebih sederhana dan dapat dilakukan secara bersamaan.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif