Facebook mengonfirmasi tengah menguji aplikasi LOL untuk memikat pengguna remaja di jejaring sosialnya.
Facebook mengonfirmasi tengah menguji aplikasi LOL untuk memikat pengguna remaja di jejaring sosialnya.

Ini Cara Facebook Pikat Pengguna Remaja

Teknologi media sosial facebook
Lufthi Anggraeni • 21 Januari 2019 09:06
Jakarta: Facebook dilaporkan tengah mengembangkan proyek terbarunya, bertajuk LOL. Proyek ini merupakan aplikasi yang Facebook harapkan dapat memikat kembali remaja agar menggunakan jejaring sosial miliknya.
 
Facebook telah mengonfirmasi bahwa perusahaannya tengah mengembangkan LOL, yaitu linimasa sederhana berisi video dan GIF lucu. Seluruh konten dikategorikan berdasarkan topik seperti gurauan, binatang, dan kegagalan.
 
Namun, Facebook menyebut akan menambahkan kategori lain selama proses pengembangan. LOL mengambil konten dari unggahan di News Feed dengan menempatkan halaman meme pada Facebook.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aplikasi ini kini tersedia dalam program beta terbatas untuk 100 pelajar SMA di Amerika Serikat. Pelajar tersebut secara aktif menguji LOL setelah menandatangani perjanjian Non-Disclosure Agreements (NDA) dengan pengetahuan orang tua.
 
Para siswa SMA itu menerima LOL sebagai pengganti dari tab Watch, tapi hanya untuk pengujian. Facebook mengatakan bahwa untuk saat ini, perusahaannya belum berencana untuk menggulirkan fitur ini di Watch.
 
Teknisi Facebook juga masih mengevaluasi peluang LOL akan diluncurkan sebagai bagian dari salah satu aplikasi utama Facebook, atau sebagai aplikasi mandiri. Setelah meluncurkan proyek yang mengalami kegagalan seperti Lasso, IGTV dan Watch, Facebook mencoba untuk mengurangi kerugian.
 
Facebook mencoba mengurangi kerugian dengan upaya menyuguhkan layanan atau aplikasi yang mampu memicu lebih banyak pengguna kembali ke jejaring sosialnya. Namun, Facebook tidak menyebutkan perkiraan waktu kehadiran aplikasi LOL.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi