Seminar Smart Manufacturing Transform Your Performance yang digagas Asosiasi IoT Indonesia.
Seminar Smart Manufacturing Transform Your Performance yang digagas Asosiasi IoT Indonesia.

Industri 4.0, Implementasi Smart Manufacturing Diklaim Harus Bertahap

Teknologi internet of things
Cahyandaru Kuncorojati • 15 Mei 2022 11:22
Jakarta: Teknologi digital telah mendorong terjadi revolusi industri keempat atau Industry 4.0. Hal ini memicu terjadinya pemanfaatan teknologi pintar hingga ke semua sektor industri, salah satunya dengan solusi Internet of Things (IoT).
 
Squad Leader Manufactur PT Telkom, Fariz Alemuda menyatakan IoT menawarkan solusi mendorong implementasi IoT. Tidak hanya sekadar terlihat canggih tapi IoT juga akan memberikan manfaat yang nyata.
 
“Implementasi IoT di era industry 4.0 adalah suatu keniscayaan karena distrupsi di industri manufaktur selalu terjadi dari era industri 1.0 hingga 3.0. Namun, IoT haruslah menjadi solusi atas masalah yang terjadi di lapangan sehingga memberikan manfaat yang nyata agar penerimaan terhadap teknologi tersebut meningkat,” tuturnya di acara di acara Seminar Smart Manufacturing Transform Your Performance yang digagas Asosiasi IoT Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fariz menjabarkan manfaat yang diberikan tentunya harus memberikan keuntungan bagi pengguna seperti peningkatan produksi, peningkatan efisiensi, penurunan biaya operasional dan kecepatan pengambilan keputusan. Berdasarkan keuntungan tersebut, maka pengusaha mendapatkan keuntungan kompetitif secara bisnis.
 
Sekretaris APINDO Jawa Barat, Martin B. Chandra menjelaskan masih ada beberapa hambatan dalam implementasi smart manufacturing, yaitu investasi baru yang memerlukan biaya tinggi, mayoritas pengambil keputusan masih di tangan generasi baby boomers.
 
Kemudian hal yang harus diperhatikan juga adalah keterbukaan arus finansial, SDM memerlukan pelatihan khusus, risiko PHK, khawatir akan dampak politis terhadap teknologi yang dibeli dari negara tertentu, dan ketergantungan terhadap sesuatu yang beyond control.
 
“Saat ini perusahaan atau pemilik perusahaan sangat berhati-hati dalam menyikapi digitalisasi ini. Tentu saja salah satu concern utamanya adalah biaya investasi yang harus dikeluarkan ditambah adanya risiko pengurangan tenaga kerja bagi perusahaan padat karya yang banyak di Jawa Barat,” ungkap Martin.
 
Narasumber lain yaitu Key Account Manager Signify Indonesia, Firman Nur Gafi menjelaskan solusi IoT yang diperlukan setiap industri pasti berbeda karena permasalahan yang dihadapi berbeda satu sama lain.
 
“Tentu saja ada aspek solusi yang bisa diimplementasikan untuk membantu perusahaan melakukan efisiensi dan meningkatkan margin usaha tanpa harus mengorbankan sumber daya manusia,” kata Firman.
 
GM Industrial IoT Telkomsel, Fadli Hamsani menilai  tidak semua hal harus diubah menjadi solusi IoT. Diperlukan penilaian dan evaluasi di awal untuk melihat titik-titik pemasalahan di mana aja dan solusi IoT terbaik dari sisi kinerja maupun biaya yang bisa diimplementasikan.
 
“Telkomsel telah memiliki rekam jejak implementasi IoT untuk manufaktur. Kata kuncinya ada perlu adanya pemetaan kebutuhan di awal, melihat aspek mana yang perlu di IoT-kan,” tandasnya. 
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif