Ilustrasi
Ilustrasi

Data Enterprise, Jembatan Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi

Mohammad Mamduh • 17 Desember 2021 11:09
Jakarta: Cloudera mengumumkan temuan-temuan penting dari penelitian global, yang dikerjakan bersama lembaga riset market teknologi, Vanson Bourne.
 
Riset ini mencoba meneliti korelasi antara kematangan strategi data enterprise sebuah perusahaan (didefinisikan sebagai strategi holistik terintegrasi di perusahaan dari semua lini bisnis) dan kinerja bisnisnya.
 
Laporan ini juga mendalami dampak dari pandemi Covid-19 yang masih melanda dan dampak dari ketidakpastian yang ditimbulkan pandemi terhadap bisnis.
 
Riset ini mendapati bahwa perusahaan yang menerapkan strategi data enterprise yang matang setidaknya selama 12 bulan melaporkan adanya pertumbuhan profit yang lebih tinggi rata-rata 5,97 persen, menurut senior business decision makers (SDM) yang disurvei.

Sebanyak 96 persen SDM melaporkan bahwa cara penanganan dan pengelolaan data telah memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan mereka, dan hampir dua pertiga (64 persen) melaporkan tingkat resiliensi yang lebih kuat dengan adanya strategi data yang matang.
 
Baik SDM dan IT decision-makers (ITDM) sama-sama berpandangan bahwa data adalah sumber daya bisnis yang strategis, namun kedua kelompok ini punya pendapat yang berbeda tentang proses operasional dan implementasinya.
 
“Adanya strategi data enterprise yang matang, dioptimasi untuk lingkungan hybrid dan multi-cloud, akan memberikan hasil yang lebih baik,” ucap Ram Venkatesh, Chief Technology Officer, Cloudera.
 
“Bisnis memandang data sebagai aset penting, tidak hanya untuk memahami perubahan konstan dan gejolak yang terjadi saat ini, melainkan juga untuk membantu bersiap menghadapi hal yang akan datang.”
 
“Belajar dari pandemi ini kita menyadari pentingnya transformasi digital di perusahaan mana pun. Dan aspek yang paling umum dalam strategi transformasi digital adalah kehandalan perusahaan dalam menganalisis data yang semakin masif untuk pengambilan keputusan bisnis yang lebih cerdas dan lebih efisien,” ujar Fanly Tanto, Country Manager for Indonesia Cloudera. 
 
Visibilitas tetap jadi masalah utama bagi perusahaan. Hampir 9 dari 10 (89 persen) melaporkan bahwa tata kelola data yang aman dan terpusat, serta compliance di seluruh lifecycle adalah hal yang sangat berharga untuk menangani dan mengelola data.
 
Hanya 12 persen dari ITDM yang melaporkan bahwa perusahaan mereka berinteraksi pada semua tahap dalam proses data lifecycle, sesuatu yang sangat membantu perusahaan mencapai strategi data enterprise. Tanpa kontrol dan visibilitas yang penuh pada setiap aspek data, perusahaan akan kekurangan kapabilitas penting yang dibutuhkan untuk mendorong inovasi.
 
Perusahaan yang mengutilisasi strategi data enterprise selama lebih dari setahun melaporkan bahwa mereka menjadi lebih efektif (63 persen), serta mendapatkan pertumbuhan profit yang lebih besar.
 
Hampir semua ITDM (91 persen) yang perusahaannya memiliki strategi data enterprise setuju bahwa strategi mereka saat ini adalah kunci bagi resiliensi bisnis mereka.
 
SDM yang disurvei melaporkan kerugian rata-rata USD384.962 pertahun yang disebabkan hilangnya peluang yang terkait dengan data, di mana kerugian tahunan tertinggi dialami oleh industri telekomunikasi yaitu sebesar USD6.617.348.
 
Mengutilisasi data dan analitik bisa menghasilkan profit yang lebih besar ketimbang sekadar menaikkan marjin profit atau mendapatkan keuntungan kompetitif.
 
Kebanyakan perusahaan sudah tahu hubungan yang vital antara inisiatif Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) dengan kesuksesan perusahaan. Penelitian ini mendapati bahwa pengumpulan data dan analitik yang saksama akan berkontribusi pada keberhasilan inisiatif DEI.
 
Hampir semua ITDM (96 persen) dan SDM (95 persen) yakin bahwa data dan analitik sangat penting untuk memastikan keberhasilan dan efektivitas inisiatif DEI, dan 95 persen ITDM dan SDM setuju bahwa inisiatif DEI berkontribusi terhadap kesuksesan perusahaan.
 
Perusahaan dengan strategi data enterprise yang efektif akan lebih baik dalam mengutilisasi data dan analitik untuk melakukan benchmark dan evaluasi terhadap program keberagaman karyawan.
 
Dengan visibilitas yang lebih besar terhadap keberagaman di internal perusahaan, pengambilan keputusan menjadi lebih baik, perusahaan akan mencapai inovasi yang lebih hebat, dan terciptanya engagement yang lebih tinggi di tempat kerja.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan