Cloudera memaparkan tren yang diprediksinya akan mendominasi pada tahun 2022 ini.
Cloudera memaparkan tren yang diprediksinya akan mendominasi pada tahun 2022 ini.

Prediksi Cloudera Soal Tren yang akan Mendominasi Tahun 2022

Lufthi Anggraeni • 03 Februari 2022 07:04
Jakarta: Pandemi mendorong migrasi digital ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. laporan IDC menunjukkan bahwa 28 persen perusahaan di kawasan Asia Pasifik sudah berada dalam tahap kematangan transformasi digital paling progresif.
 
Selama pandemi, IDC menemukan lebih banyak perusahaan menjadi digital atau meningkatkan penawaran digital mereka, dengan satu dari tiga perusahaan diperkirakan memperoleh lebih dari 30 persen penghasilan mereka dari produk dan layanan digital hingga tahun 2023.   
 
Sementara itu, pemanfaatan teknologi baru di beberapa negara seperti China, Singapura dan Korea juga mengalami kemajuan yang besar, menyusul kemajuan teknologi dan peningkatan investasi yang dilakukan beberapa tahun terakhir.

Cloudera menemukan bahwa industri yang berhadapan langsung dengan pelanggan menjadi industri  paling memicu lahirnya sejumlah tren yang siap mendominasi pada tahun 2022 ini.
 
Sektor seperti ritel, pengemasan konsumen, rantai pasokan, telekomunikasi, perbankan, layanan keuangan dan layanan kesehatan disebut akan menjadi yang pertama dalam implementasi sejumlah tren seperti komputasi cloud, smart edge dan keberlanjutan.
 
Pada tren enterprise-wide cloud, Cloudera menyebut bahwa selain melihat keberlanjutan bisnis, perusahaan mengambil peluang untuk mengevaluasi kembali prioritas dan proses bisnis, serta fokus pada inovasi dengan mengakselerasi migrasi mereka ke cloud.
 
Laporan penelitian global baru Cloudera yang mengamati dampak strategi data enterprise sebuah perusahaan terhadap kinerja bisnisnya, yaitu Cloudera Enterprise Data Maturity Report: Identifying the Business Impact of an Enterprise Data Strategy, menunjukkan adanya perpindahan ke hybrid cloud dalam 18 bulan mendatang.
 
Cloudera menyebut hampir setengah dari responden yakin bahwa 43,07 persen karyawan mereka akan terus bekerja secara remote setahun mendatang, dan mereka berinvestasi pada arsitektur yang tepat untuk mendukung peralihan ini.
 
Sementara itu, menurut laporan terbaru Forrester, investasi Smart Infrastructure di kawasan Asia Pasifik akan meningkat sebesar 40 persen. Peluncuran 5G menyajikan konektifitas yang semakin besar, memungkinkan bisnis merangkul teknologi baru untuk memanfaatkan dan menganalisa sejumlah besar data di edge.
 
Hal ini disebut Cloudera pada akhirnya akan mempercepat speed-to-insight. Cloudera juga memprediksi bisnis di kawasan Asia Pasifik akan beralih ke komputasi smart edge untuk membantu menganalisa data dengan cepat, sekaligus mengurangi latensi dan biaya.
 
Sementara itu, Cloudera juga memperkirakan akan melihat lebih banyak perusahaan bergantung pada data untuk memastikan keberhasilan dan efektivitas inisiatif Keanekaragaman, Kesetaraan dan Inklusi atau Diversity, Equity and Inclusion (DEI).
 
Perusahaan disebut Cloudera dapat menggunakan data dan analisa untuk menciptakan tolok ukur yang lebih baik dan mengatur metrik serta praktik seputar obyektif bisnis seperti keberlanjutan keberagaman karyawan.
 
Hal ini mampu memberikan hasil bisnis yang positif dan memberikan keunggulan daya saing bagi bisnis. Dengan visibilitas lebih besar, manajemen bisa memastikan mereka mendorong pengambilan keputusan lebih baik untuk inovasi lebih besar di lingkungan kerja.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan