Jakarta: Di era ketika smartphone terus berkembang dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), kamera canggih, hingga layar beresolusi tinggi, muncul tren yang cukup unik di kalangan anak muda, kembalinya penggunaan hp jadul yang dikenal dengan dumb phone.
Dumb phone merupakan istilah untuk telepon seluler dengan fitur sederhana, seperti telepon, SMS, alarm, pemutar musik, dan kamera dasar. Berbeda dengan smartphone, perangkat ini biasanya tidak mendukung banyak aplikasi, media sosial, atau akses internet yang kompleks.
Meski terlihat seperti langkah mundur, fenomena dumb phone justru menjadi bagian dari gaya hidup baru yang mengutamakan keseimbangan dalam menggunakan teknologi.
Apa itu Dumb Phone?
Dumb phone, yang juga dikenal sebagai feature phone, adalah jenis ponsel yang fokus pada fungsi utama komunikasi. Beberapa model bahkan masih dilengkapi tombol fisik dan desain yang mengingatkan pada ponsel era 2000-an.
Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap dumb phone kembali meningkat. Banyak orang mulai mempertimbangkan penggunaan perangkat sederhana ini sebagai cara untuk mengurangi ketergantungan pada smartphone.
Kenapa Banyak Orang Beralih Menjadi Jadul?
Beberapa alasan yang membuat orang kembali menjadi jadul dengan teknologi sederhana berkaitan dengan ketergantungan yang terjadi terhadap kecanggihan smartphone yang malah membuat banyak orang merasa jauh dari kehidupan.
Hal ini menjadikan dumb phone populer dan banyak dipertimbangkan oleh generasi muda karena menghadirkan beberapa keuntungan.
1. Mengurangi jumlah screen time dan distraksi
Berdasarkan data dari Statista, jumlah pengguna smartphone di dunia diperkirakan akan mencapai 6.1 miliar pengguna di tahun 2029 mendatang. Dengan berbagai teknologi canggih yang dimiliki smartphone, akses internet pun mudah didapatkan untuk menjalankan berbagai aplikasi apapun termasuk media sosial.
Dari sini lah adiksi terhadap pemakaian smartphone muncul dan semakin meningkat. Sekadar mengecek update terbaru di media sosial, menonton video pendek, bermain game, dan berbagai kegiatan lainnya membuat banyak orang menghabiskan ratusan jam untuk menatap layar.
Keasikan scrolling media sosial ini memunculkan fenomena yang disebut doomscrolling, sebuah situasi saat pengguna smartphone menghabiskan waktunya terlalu lama di platform media sosial hingga lupa waktu.
Baca Juga :
Mengenal Doom Scrolling, Kebiasaan Nonton Video Pendek yang Bisa Sebabkan Gangguan Mental
Tingkat produktivitas menurun dan distraksi yang tercipta dari kebiasaan ini membuat penyelesaian suatu tugas menjadi lebih lama. Tak sedikit pula pengguna smartphone yang mengalami masalah penurunan attention span akibat brain rot (‘pembusukan’ otak) yang muncul dari kecanduan bermain handphone.
Melalui fenomena inilah gerakan beralih ke dumb phone muncul. Dengan fiturnya yang terbatas, dumb phone membantu pengguna mengurangi durasi hariannya dalam menatap layar. Tanpa media sosial, tanpa game online, tanpa teknologi yang memantik adiksi lainnya, tren ini dianggap dapat mengembalikan kemampuan manusia dalam bersosialisasi dengan baik serta lebih hidup di dunia nyata.
2. Agenda digital detox
Dari berbagai dampak buruk yang diciptakan oleh eksistensi smartphone, seperti halnya fenomena ‘beracun’ lainnya, muncul sebuah agenda detoksifikasi yang ditujukan untuk mengeluarkan ‘racun’ dari dalam sistem tubuh manusia.
Fenomena dumb phone ini pun memiliki tren digital detox atau detoks digital yang mengedepankan upaya untuk mengurangi paparan teknologi dan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Adiksi yang sudah memengaruhi fungsi tubuh manusia dalam hal teknologi ini dirasa perlu untuk dikurangi perlahan melalui peralihan penggunaan telepon genggam. Sebagian orang merasa perlu mengambil jeda dari dunia digital agar lebih fokus pada aktivitas nyata yang melibatkan tubuh dan otak untuk bergerak seperti membaca buku, berolahraga, atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.
3. Nostalgia dan baterai yang tahan lama
Bagi sebagian orang, dumb phone menghadirkan rasa nostalgia terhadap masa ketika ponsel hanya digunakan untuk berkomunikasi. Tanpa teknologi canggih yang merebut kesadaran manusia dari dunia nyata yang ditinggalinya. Desain klasik dan tombol fisik menjadi daya tarik tersendiri bagi orang yang ingin mengembalikan suasana saat dunia masih terasa nyata.
Keunggulan lain dari dumb phone adalah daya tahan baterai yang umumnya lebih lama dibandingkan smartphone. Beberapa perangkat bahkan dapat bertahan selama beberapa hari tanpa perlu diisi ulang.
Apakah Dumb Phone Akan Menggantikan Smartphone?
Meski popularitasnya meningkat, dumb phone kemungkinan tidak akan menggantikan smartphone sepenuhnya. Smartphone tetap dibutuhkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, navigasi, hingga transaksi digital.
Namun, kemunculan tren ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang mulai mencari cara untuk menggunakan teknologi secara lebih seimbang.
Fenomena dumb phone menjadi bukti bahwa di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, sebagian orang justru merindukan kesederhanaan. Bukan karena menolak kemajuan, tetapi karena ingin memiliki kendali yang lebih besar atas waktu dan perhatian mereka sendiri.
(Vira Farhatul Maula)