OpenAI memperkenalkan GPT-6.1 Terra dengan peningkatan penalaran visual, penggunaan komputer, akurasi faktual, dan efisiensi biaya.
OpenAI memperkenalkan GPT-6.1 Terra dengan peningkatan penalaran visual, penggunaan komputer, akurasi faktual, dan efisiensi biaya.

OpenAI Perkenalkan GPT-6.1 Terra

Lufthi Anggraeni • 31 Oktober 2026 20:17
Ringkasnya gini..
  • GPT-6.1 Terra menggabungkan penalaran visual, penggunaan komputer, pemrograman, dan penulisan lebih alami.
  • OpenAI mengklaim tingkat kesalahan faktual turun menjadi 16,7% pada penalaran rendah dan 4,3% pada penalaran maksimum.
  • GPT-6.1 Terra tersedia di ChatGPT Work, Codex, dan API dengan harga mulai USD1 per satu juta token input.
Jakarta: OpenAI memperkenalkan GPT-6.1 Terra, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang mengutamakan kemampuan penalaran visual, penggunaan komputer secara presisi, serta penulisan lebih jelas dan alami. 

Model ini dirancang untuk membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan profesional, dari menyusun proposal, membaca gambar teknik, mengisi formulir, hingga mengedit video. GPT-6.1 Terra menjadi penerus GPT-5.6 Terra dengan peningkatan pada kemampuan dan efisiensi. 

OpenAI menyebut model ini menawarkan keseimbangan antara kecepatan, kapabilitas, dan biaya sehingga dapat digunakan untuk mengotomatisasi pekerjaan dalam volume besar. Salah satu fokus pengembangan GPT-6.1 Terra adalah kemampuan mengubah pemahaman visual menjadi tindakan. 

Model ini tidak hanya menganalisis informasi dari gambar atau tampilan aplikasi, tetapi juga dapat berinteraksi dengan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan bertahap. OpenAI mencontohkan penggunaan teknologi tersebut untuk membaca faktur masuk dan memasukkan informasi ke software akuntansi. 

Kemampuan ini memungkinkan pengembang membangun sistem otomatisasi untuk pekerjaan administratif yang membutuhkan pemrosesan dokumen dalam jumlah besar.
 
GPT-6_1 Terra_ A Cinematic Earth Glow
 

Tingkatkan Kemampuan Penalaran Visual dan Penggunaan Komputer

OpenAI mengukur kemampuan GPT-6.1 Terra melalui sejumlah tolok ukur, termasuk Agents' Last Exam. Evaluasi tersebut mencakup tugas profesional seperti mengubah gambar arsitektur menjadi model tiga dimensi (3D) serta meninjau film animasi adegan demi adegan untuk membuat catatan berkode waktu bagi tim restorasi.

Pada tingkat upaya penalaran sedang, GPT-6.1 Terra mencatat skor 15 poin persentase lebih tinggi dibandingkan dengan GPT-5.6 Terra dengan biaya sekitar sepertiganya. OpenAI juga menyebut performanya setara dengan GPT-6 Astra, meskipun harga per token Terra hanya sepersepuluh model tersebut.

Pada tingkat upaya penalaran maksimum, GPT-6.1 Terra menunjukkan efisiensi penggunaan token lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan Claude Opus 5.5. GPT-6.1 Terra menawarkan harga per token hanya seperempat dari model tersebut, sehingga biaya penyelesaian tugas diklaim sekitar sembilan kali lebih rendah.

Dari sisi kecepatan, GPT-6.1 Terra mampu menyelesaikan tugas lebih dari tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan GPT-6 Astra dan GPT-6.1 Sol dalam pengujian yang dipaparkan OpenAI. Kemampuan penalaran visualnya juga diuji melalui MMMU-Pro. Dalam tolok ukur tersebut, GPT-6.1 Terra mengungguli GPT-5.6 Terra pada seluruh tingkat upaya penalaran. 

Skornya bahkan hampir menyamai GPT-6 Astra dan GPT-6.1 Sol, meskipun dengan biaya lebih rendah. Sementara itu, pengujian OSWorld 2.1 mengukur kemampuan agen AI menggunakan aplikasi desktop untuk menyelesaikan pekerjaan bertahap. 

Salah satu contoh tugasnya adalah membuat model 3D berdasarkan gambar teknik. Pada tingkat penalaran sedang, GPT-6.1 Terra melampaui skor terbaik GPT-5.6 Terra dengan biaya penyelesaian tugas yang jauh lebih rendah.

OpenAI Klaim Akurasi Faktual Meningkat

Selain kemampuan visual dan penggunaan komputer, OpenAI juga meningkatkan akurasi faktual GPT-6.1 Terra. OpenAI menyatakan telah melakukan investasi besar untuk mengurangi halusinasi serta kesalahan informasi yang dihasilkan model AI.

Dalam tolok ukur internal menggunakan prompt yang dirancang untuk memicu kesalahan, tingkat kesalahan GPT-6.1 Terra pada upaya penalaran rendah tercatat 16,7%. Angka tersebut turun dari 53,6% pada GPT-5.6 Terra, atau berkurang hampir 37 poin persentase.

Pada tingkat upaya penalaran maksimum, tingkat kesalahan turun 18 poin persentase menjadi 4,3%. Menurut OpenAI, hasil tersebut hampir menyamai tingkat kesalahan GPT-6 Astra dan GPT-6.1 Sol. Peningkatan ini menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan model karena akurasi faktual berpengaruh terhadap keandalan AI saat digunakan untuk pekerjaan profesional. 

Pengguna membutuhkan informasi tepat, terutama saat model membantu mengolah dokumen, menganalisis data, atau menjalankan tugas administratif. Namun, angka tersebut berasal dari pengujian internal OpenAI. 

Hasilnya menggambarkan performa model dalam skenario evaluasi perusahaan dan tidak berarti model sepenuhnya bebas dari kesalahan.
 

Performa Pemrograman Ikut Mengalami Peningkatan

GPT-6.1 Terra juga membawa peningkatan dalam rekayasa perangkat lunak atau software engineering. OpenAI menguji kemampuan tersebut melalui Terminal-Bench 4.0, tolok ukur untuk mengukur kemampuan agen AI menyelesaikan persoalan pemrograman melalui baris perintah.

Contoh tugas dalam pengujian tersebut mencakup perbaikan halaman web yang tata letaknya berubah saat proses pemuatan berlangsung. Pada tingkat upaya penalaran maksimum, GPT-6.1 Terra berhasil menyelesaikan 50,3% tugas. 

Hasil ini lebih dari dua kali lipat skor GPT-5.6 Terra yang tercatat sebesar 21,5%. Meski demikian, OpenAI menyebut GPT-6.1 Sol dan GPT-6 Astra masih menjadi pilihan lebih baik untuk menangani pekerjaan pemrograman paling rumit.

Pengujian lainnya menggunakan Terminal-Bench-Science 0.1 untuk mengukur kemampuan agen memanfaatkan kode dalam pekerjaan penelitian ilmiah. Salah satu contoh tugasnya adalah melacak proses pembelahan sel melalui video time-lapse.

Pada tingkat penalaran maksimum, GPT-6.1 Terra mengungguli GPT-6.1 Sol dengan biaya lebih rendah. Performanya juga mendekati Claude Opus 5.5, dengan selisih skor tidak lebih dari lima poin dan estimasi biaya kurang dari seperlima model tersebut.

OpenAI Perkuat Keamanan dan Penyelarasan

OpenAI turut menyoroti aspek keselamatan dan penyelarasan atau alignment dalam pengembangan GPT-6.1 Terra. Perusahaan menyatakan terus melakukan pelatihan, pengujian, dan penyempurnaan sistem pengamanan seiring upaya meningkatkan kemampuan serta efisiensi model.

GPT-6.1 Terra mencapai ambang Kritis dalam keamanan siber berdasarkan Kerangka Kerja Kesiapan OpenAI. Model ini juga mempertahankan perlindungan yang sebelumnya dikembangkan untuk GPT-6 Astra.

Dibandingkan GPT-5.6 Terra, model terbaru ini diklaim lebih mampu mempertahankan cakupan tugas serta menyampaikan keterbatasan dan potensi hambatan secara jujur kepada pengguna. OpenAI juga menguji ketahanan model terhadap serangan prompt injection. 

Dalam pengujian tersebut, GPT-6.1 Terra menunjukkan ketahanan terhadap instruksi berbahaya yang dirancang untuk mengalihkan model dari tugas awal pengguna. Peningkatan tersebut ditujukan untuk mendukung penggunaan AI dalam pekerjaan yang melibatkan aplikasi, dokumen, dan sistem komputer, terutama saat model harus menjalankan beberapa langkah secara berurutan.

Harga dan Ketersediaan GPT-6.1 Terra

OpenAI menyatakan GPT-6.1 Terra mulai tersedia bagi pengguna paket Plus, Pro, Enterprise, dan Edu melalui ChatGPT Work dan Codex. Pengembang juga dapat mengakses model tersebut melalui API OpenAI dengan nama gpt-6.1-terra.

Dari sisi biaya, OpenAI menetapkan harga API standar sebesar USD1 (Rp18.000) untuk setiap satu juta token input. Sementara itu, token input yang tersimpan dalam cache dikenakan biaya USD0,05 (Rp906,69) per satu juta token, sedangkan token output dibanderol USD5 (Rp90.669) per satu juta token.

OpenAI menyebut harga API standar GPT-6.1 Terra 50% lebih rendah dibandingkan dengan GPT-5.6 Terra dan GPT-6.1 Sol. Efisiensi biaya tersebut menjadi salah satu daya tarik model ini bagi pengembang yang ingin menjalankan otomatisasi dalam volume besar.

Melalui GPT-6.1 Terra, OpenAI berupaya memperluas penggunaan AI untuk pekerjaan sehari-hari dengan menggabungkan kemampuan penalaran visual, interaksi komputer, pemrograman, dan penulisan. Model ini menawarkan alternatif bagi pengguna yang membutuhkan kemampuan AI untuk menyelesaikan tugas profesional dengan mempertimbangkan kecepatan dan biaya operasional.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA