Samsung memimpin pasar smartphone Asia Tenggara pada Q2 2026 dengan pertumbuhan 6% saat pengiriman kawasan turun 15%.
Samsung memimpin pasar smartphone Asia Tenggara pada Q2 2026 dengan pertumbuhan 6% saat pengiriman kawasan turun 15%.

Samsung Pimpin Pasar Smartphone Asia Tenggara pada Q2 2026

Lufthi Anggraeni • 25 Agustus 2026 21:09
Ringkasnya gini..
  • Samsung memimpin pasar smartphone Asia Tenggara pada Q2 2026 dengan pangsa 23% dan pertumbuhan 6%.
  • Pengiriman smartphone Asia Tenggara turun 15% akibat tekanan biaya komponen dan lemahnya belanja konsumen.
  • Segmen premium tumbuh kuat, sementara pengiriman smartphone di bawah USD150 anjlok 38% secara tahunan.
Jakarta: Samsung menjadi pemimpin pasar smartphone Asia Tenggara pada kuartal II 2026 di tengah kontraksi industri yang cukup tajam. Berdasarkan data Counterpoint Research, pengiriman smartphone di kawasan Asia Tenggara turun 15% secara tahunan pada periode tersebut. 
 
Mengutip GSM Arena, penurunan ini menjadi yang terdalam sejak kuartal I 2023, ketika pengiriman smartphone kawasan tersebut turun 13% secara tahunan. Di tengah kondisi pasar yang melemah, Samsung justru mencatat pertumbuhan pengiriman sebesar 6% secara tahunan. 
 
Pencapaian tersebut membuat Samsung menjadi satu-satunya merek dalam lima besar pasar Asia Tenggara yang mencatat pertumbuhan pengiriman pada kuartal tersebut. Samsung juga memperbesar pangsa pasarnya hingga 23% berdasarkan data Counterpoint Research.

Pertumbuhan Samsung terjadi saat kenaikan biaya komponen, khususnya memori, terus memberikan tekanan terhadap industri smartphone. Pada saat yang sama, konsumen di kawasan Asia Tenggara cenderung lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk perangkat elektronik.

Samsung Tumbuh 6% di Tengah Pasar yang Menyusut

Kinerja Samsung menjadi menonjol karena pertumbuhannya terjadi ketika pasar secara keseluruhan mengalami penurunan dua digit. Counterpoint Research mencatat, tekanan biaya komponen dan lemahnya belanja konsumen menjadi faktor utama yang mendorong kontraksi pasar smartphone Asia Tenggara sebesar 15% pada kuartal II 2026.
 
Samsung mencatat pertumbuhan pengiriman 6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain menjadi satu-satunya merek dalam jajaran teratas yang tumbuh, Samsung juga mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar dengan pangsa 23%.
 
Menurut Counterpoint Research, performa tersebut didukung oleh ketersediaan produk lebih baik, aktivitas promosi, serta harga relatif stabil. Faktor tersebut membantu Samsung mempertahankan daya tarik produknya saat konsumen mulai lebih sensitif terhadap perubahan harga akibat meningkatnya biaya produksi.
 
Kinerja tersebut juga sejalan dengan tren Samsung di pasar smartphone global. Pada kuartal II 2026, Samsung kembali menjadi pemimpin pasar smartphone dunia dengan pangsa 24% dan mencatat pertumbuhan terkuat di antara lima merek terbesar. 
 
Seri Galaxy S26 menjadi salah satu pendorong pertumbuhan tersebut, sementara model Ultra disebut memperoleh permintaan kuat.
 
Samsung Pimpin Pasar Smartphone Asia Tenggara pada Q2 2026

Segmen Premium dan Menengah Makin Penting

Perubahan pola permintaan berdasarkan kelas harga turut menjelaskan dinamika pasar smartphone Asia Tenggara pada kuartal II 2026. Segmen dengan harga paling rendah mengalami tekanan paling besar karena kenaikan biaya komponen membuat perangkat entry-level semakin sulit dipertahankan pada harga terjangkau.
 
Data Counterpoint menunjukkan pengiriman smartphone dengan harga di bawah USD150 (Rp2,7 juta) turun 38% secara tahunan. Sementara itu, segmen USD250 (Rp4,4 juta) hingga USD499 (Rp8,8 juta) mengalami penurunan 11%. 
 
Sebaliknya, kategori USD500 (Rp8,9 juta) hingga USD699 (Rp12,4 juta) justru tumbuh 74%, sedangkan smartphone dengan harga di atas USD700 (Rp12,4 juta) meningkat 18%. Perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran pasar menuju perangkat dengan nilai jual lebih tinggi. 
 
Konsumen yang tetap melakukan pembelian tampaknya semakin mengarah pada perangkat dengan spesifikasi lebih baik dan siklus penggunaan lebih panjang. Tren premiumisasi juga sudah terlihat sejak kuartal pertama tahun 2026. 
 
Counterpoint mencatat rata-rata harga jual smartphone atau average selling price (ASP) di Asia Tenggara meningkat 21% secara tahunan menjadi USD375 (Rp6,6 juta) pada Q1 2026. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi inflasi harga memori.
 
Dalam kondisi seperti ini, Samsung memiliki posisi yang relatif menguntungkan karena memiliki portofolio mencakup berbagai kelas harga. Perusahaan dapat mengandalkan seri Galaxy A untuk segmen menengah sekaligus mempertahankan permintaan melalui lini flagship Galaxy S.

Persaingan Pasar Asia Tenggara Tetap Ketat

Di bawah Samsung, Xiaomi berada di posisi kedua dengan pangsa 18%, disusul OPPO sebesar 17% dan Transsion sebesar 15%. Apple melengkapi lima besar dengan pangsa 9%. Namun, pertumbuhan pengiriman tidak terjadi secara merata. 
 
Samsung mencatat kenaikan 6% secara tahunan, sedangkan sejumlah kompetitor menghadapi penurunan pengiriman akibat tekanan pasar dan meningkatnya biaya komponen. Apple tetap mempertahankan posisi di lima besar untuk kuartal kedua berturut-turut. 
 
Counterpoint menyebut Apple menguasai 9% pasar smartphone Asia Tenggara pada Q2 2026, dengan permintaan yang ditopang oleh kehadiran offline lebih luas serta kekuatan ekosistem produknya. Di luar lima besar, Honor juga menunjukkan perkembangan menarik. 
 
Pengiriman Honor di Asia Tenggara meningkat 15% secara tahunan pada kuartal II 2026. Pertumbuhan tersebut membuat Honor menjadi salah satu merek dengan perkembangan paling cepat di kawasan, meskipun belum masuk lima besar berdasarkan pangsa pasar.
 
Kondisi pasar melemah membuat produsen harus semakin cermat dalam menentukan portofolio dan strategi harga. Kenaikan harga komponen membuat perangkat murah menjadi semakin sulit dipasarkan secara kompetitif, sementara segmen menengah dan premium menawarkan ruang lebih besar untuk mempertahankan margin.

Prospek Pasar Masih Menantang

Counterpoint Research memperkirakan tekanan terhadap pasar smartphone belum akan segera berakhir. Kenaikan biaya memori dan komponen masih menjadi persoalan utama bagi produsen, sementara daya beli konsumen tetap menjadi faktor pembatas.
 
Situasi tersebut dapat mendorong produsen mengurangi fokus pada perangkat dengan margin rendah dan lebih banyak mengandalkan model dengan nilai jual lebih tinggi. Penyesuaian konfigurasi penyimpanan, promosi, serta perpanjangan masa edar perangkat lama juga berpotensi menjadi strategi untuk mempertahankan penjualan.
 
Bagi Samsung, performa pada kuartal II 2026 memberikan posisi relatif kuat. Pertumbuhan pengiriman 6% dan pangsa pasar 23% menunjukkan bahwa Samsung mampu mempertahankan momentum ketika pasar Asia Tenggara justru mengalami kontraksi.
 
Meski demikian, keberlanjutan pertumbuhan tersebut tetap bergantung pada kondisi biaya komponen, harga perangkat, serta respons konsumen terhadap produk baru. Jika tekanan terhadap segmen entry-level terus berlanjut, persaingan smartphone di Asia Tenggara kemungkinan akan semakin bergeser dari perebutan volume menuju kemampuan menawarkan perangkat bernilai lebih tinggi.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA