Meta, yang dulu lebih dikenal sebagai Facebook Inc.
Meta, yang dulu lebih dikenal sebagai Facebook Inc.

Meta Mau Bangun Layanan Cloud AI Sendiri, Siap Tantang Google dan Microsoft?

Cahyandaru Kuncorojati • 02 Juli 2026 10:08
Ringkasnya gini..
  • Meta dikabarkan tengah menyiapkan bisnis cloud AI yang akan menyewakan daya komputasi dan model kecerdasan buatan kepada perusahaan lain.
  • Jika terealisasi, Meta akan bersaing langsung dengan Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud.
  • Langkah ini dinilai menjadi cara Meta menghasilkan pendapatan dari investasi raksasa yang telah digelontorkan untuk membangun infrastruktur AI.
Jakarta: Persaingan di industri kecerdasan buatan (AI) tampaknya akan semakin ketat. Setelah dikenal sebagai perusahaan di balik Facebook, Instagram, dan WhatsApp, Meta Platforms dikabarkan tengah menyiapkan lini bisnis baru berupa layanan cloud AI yang memungkinkan perusahaan lain menyewa daya komputasi hingga menggunakan model AI milik Meta.
 
Apabila rencana tersebut terealisasi, Meta akan memasuki pasar yang selama ini didominasi Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud. 
 
Dikutip dari The Strait Times, langkah ini juga menjadi sinyal bahwa Meta tidak lagi hanya mengembangkan AI untuk kebutuhan internal, tetapi mulai membuka peluang bisnis dari infrastruktur yang telah dibangunnya.

Bagi masyarakat awam, istilah cloud atau komputasi awan dapat diibaratkan sebagai layanan penyewaan komputer super melalui internet.
 
Alih-alih membeli server atau komputer berperforma tinggi sendiri, perusahaan cukup menyewa kapasitas komputasi dari penyedia cloud untuk menjalankan aplikasi, menyimpan data, atau melatih model AI.
 
Dalam kasus Meta, perusahaan disebut ingin menawarkan dua jenis layanan. Pertama, menyediakan akses ke berbagai model AI yang berjalan di pusat data (data center) milik Meta. Pengembang cukup membayar sesuai penggunaan tanpa harus membangun infrastruktur AI sendiri.
 
Kedua, Meta juga mempertimbangkan menyewakan daya komputasi mentah (raw computing power). Artinya, pelanggan hanya menyewa chip AI dan kapasitas server untuk menjalankan model AI mereka sendiri, mirip layanan yang kini ditawarkan sejumlah penyedia cloud khusus AI.
 

Kenapa Meta Tertarik Masuk Bisnis Cloud?

Dalam dua tahun terakhir Meta menggelontorkan investasi ratusan miliar dolar AS untuk membangun pusat data, membeli chip AI berperforma tinggi, serta memperluas infrastruktur komputasi demi mengembangkan teknologi AI Superintelligence.
 
Investasi tersebut memunculkan pertanyaan dari investor mengenai bagaimana perusahaan akan memperoleh keuntungan dari belanja infrastruktur yang sangat besar tersebut.
 
Salah satu jawabannya adalah membuka layanan cloud. Jika sebagian kapasitas pusat data Meta tidak digunakan untuk kebutuhan internal, perusahaan dapat menyewakannya kepada pihak lain. 
 
Dengan begitu, investasi besar tersebut dapat menghasilkan pendapatan tambahan sekaligus meningkatkan tingkat pemanfaatan infrastruktur yang sudah dibangun.
 

Meta Akan Bersaing dengan AWS, Azure, dan Google Cloud

Apabila resmi diluncurkan, Meta akan bersaing langsung dengan tiga pemain terbesar industri cloud, yakni Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud.
 
Ketiga perusahaan tersebut selama bertahun-tahun telah menyediakan layanan penyewaan server, penyimpanan data, hingga infrastruktur AI yang kini menjadi tulang punggung ribuan perusahaan di seluruh dunia.
 
Meta disebut sedang mengembangkan layanan yang serupa dengan Amazon Bedrock, yakni platform yang memungkinkan pelanggan mengakses berbagai model AI melalui API tanpa perlu membangun sistem sendiri.
 
Selain itu, perusahaan juga dikabarkan tengah mengembangkan unit internal bernama Meta Compute yang bertugas membangun dan mengelola seluruh infrastruktur AI tersebut.
 
Rencana Meta hadir di tengah tingginya permintaan terhadap infrastruktur AI. Perusahaan pengembang AI membutuhkan ribuan chip khusus, server, serta pusat data untuk melatih maupun menjalankan model AI generatif. Kondisi ini membuat kapasitas komputasi menjadi salah satu komoditas paling diburu industri teknologi saat ini.
 
Fenomena tersebut juga melahirkan pemain baru seperti CoreWeave hingga xAI milik Elon Musk yang mulai menyewakan infrastruktur AI kepada perusahaan lain sebagai sumber pendapatan baru.
 
Melihat tren tersebut, Meta tampaknya tidak ingin hanya menjadi pengguna infrastruktur AI, tetapi juga penyedia layanan komputasi bagi ekosistem AI global.
 

Zuckerberg Sudah Beri Sinyal

Meski Meta belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut, CEO Meta Mark Zuckerberg sebenarnya telah memberikan sinyal beberapa waktu lalu.
 
Dalam pertemuan dengan investor pada Mei 2026, Zuckerberg mengatakan perusahaan terbuka untuk menjual kapasitas komputasi maupun layanan API AI apabila nantinya tersedia sumber daya yang berlebih.
 
Ia mengungkapkan banyak perusahaan telah menghubungi Meta untuk menanyakan kemungkinan menggunakan infrastruktur AI yang dimiliki perusahaan.
 
Namun hingga saat ini Meta masih memprioritaskan kapasitas tersebut untuk mendukung pengembangan AI internal.
 
Meski demikian, Zuckerberg menegaskan opsi menyewakan infrastruktur tetap terbuka apabila perusahaan nantinya memiliki kapasitas komputasi yang lebih besar dari kebutuhan sendiri.
 
Berdasarkan berbagai laporan, rencana bisnis cloud AI Meta masih berada dalam tahap pengembangan sehingga strategi maupun model bisnisnya masih dapat berubah sebelum diumumkan secara resmi.
 
Jika benar diluncurkan, layanan cloud AI Meta berpotensi mengubah peta persaingan industri komputasi awan. Bagi pelaku bisnis maupun pengembang AI, kehadiran pemain baru seperti Meta dapat membuka lebih banyak pilihan layanan sekaligus mendorong kompetisi yang berujung pada inovasi dan efisiensi biaya di masa depan.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA