Ilustrasi Cyberdeck. (Foto: Raspberry Pi)
Ilustrasi Cyberdeck. (Foto: Raspberry Pi)

Apa Itu Cyberdeck? Tren Komputer Rakitan yang Sedang Viral di Kalangan Gen Z

Mohamad Mamduh • 02 Juli 2026 16:27
Ringkasnya gini..
  • Cyberdeck adalah komputer portabel rakitan DIY yang dapat dirancang sesuai kebutuhan dan kreativitas penggunanya.
  • Perangkat ini memiliki beragam fungsi, mulai dari bermain gim, coding, server pribadi, hingga komunikasi tanpa internet melalui gelombang radio.
  • Tren cyberdeck semakin populer di kalangan Gen Z karena menggabungkan personalisasi, kreativitas, dan pemanfaatan komponen elektronik bekas.
Jakarta: Di tengah dominasi laptop dan komputer produksi pabrikan, muncul tren baru yang menarik perhatian kalangan muda, yakni cyberdeck. Perangkat ini menawarkan pengalaman berbeda karena seluruh desain dan fungsinya dapat disesuaikan oleh pembuatnya, mulai dari bentuk fisik hingga kegunaannya.
 
Popularitas cyberdeck ikut terdongkrak setelah banyak kreator membagikan hasil rakitan mereka di TikTok, Reddit, dan YouTube. Tak sedikit warganet yang tertarik karena perangkat ini dinilai lebih personal sekaligus menjadi sarana menyalurkan kreativitas.
 
Lalu, seperti apa sebenarnya cyberdeck dan apa yang membuatnya berbeda dari komputer biasa? Simak ulasannya berikut ini.
 

Apa itu cyberdeck?


Cyberdeck merupakan komputer portabel yang dirakit sendiri menggunakan berbagai komponen sesuai kebutuhan. Perangkat ini umumnya memadukan papan komputer mini, seperti Raspberry Pi atau single-board computer lainnya, dengan layar, keyboard, baterai, dan casing yang dibuat secara mandiri.

Berbeda dengan laptop yang diproduksi dalam desain seragam, cyberdeck tidak memiliki bentuk baku. Setiap orang bebas menentukan tampilan perangkatnya, baik menggunakan komponen baru maupun memanfaatkan barang bekas yang masih layak pakai.
 
Istilah cyberdeck sendiri sudah dikenal sejak era 1980-an melalui novel fiksi ilmiah Neuromancer karya William Gibson. Dalam cerita tersebut, cyberdeck digambarkan sebagai komputer portabel yang digunakan untuk mengakses dunia maya. Kini, konsep tersebut berkembang menjadi proyek DIY (Do It Yourself) yang bisa diwujudkan oleh siapa saja.
 

Bukan sekadar komputer, tetapi media berekspresi


Salah satu alasan cyberdeck menarik perhatian adalah karena perangkat ini dianggap mencerminkan karakter pembuatnya. Tidak ada aturan mengenai desain maupun spesifikasi sehingga setiap cyberdeck memiliki identitas yang berbeda.
 
Kreator TikTok Annike Tan, yang dikenal dengan nama Ube Boobey, menyebut cyberdeck dibuat agar menjadi perangkat yang benar-benar unik bagi pemiliknya. Menurutnya, konsep tersebut lebih mengutamakan kebutuhan pribadi dan kreativitas dibanding mengikuti standar produk yang diproduksi secara massal.
 
Pandangan tersebut juga membuat banyak pengguna melihat cyberdeck sebagai proyek hobi sekaligus media untuk belajar merakit komputer, bukan hanya perangkat yang digunakan sehari-hari.
 

Fungsi cyberdeck dapat disesuaikan kebutuhan


Meski tampil unik, cyberdeck tetap memiliki kemampuan layaknya komputer pada umumnya. Pengguna dapat menentukan sendiri fungsi perangkat sesuai kebutuhan, baik untuk bekerja maupun sekadar hobi.
 
Ube Boobey, misalnya, membuat cyberdeck yang masih bisa terhubung ke internet. Namun, agar tetap berguna saat tidak memiliki akses jaringan, ia menyimpan berbagai konten di dalam perangkatnya, seperti lagu, buku digital, artikel Wikipedia, foto, gim, hingga peta digital.
 
Contoh lain datang dari YouTuber W6IWN SOTA & HAM RADIO. Ia merancang cyberdeck yang mampu mengirim email dan pesan tanpa koneksi internet dengan memanfaatkan komunikasi melalui gelombang radio amatir.
 
Selain itu, ada pula pengguna yang memanfaatkan cyberdeck sebagai konsol gim retro, perangkat belajar pemrograman, server pribadi, terminal Linux portabel, hingga media penyimpanan data offline.
 

Bebas berkreasi dengan desain sendiri


Keunikan cyberdeck tidak hanya terletak pada fungsinya, tetapi juga desainnya. Banyak pembuat menggunakan berbagai benda sebagai casing, mulai dari koper kecil, kotak penyimpanan, kotak perkakas, hingga hasil cetak 3D.
 
Sebagian kreator bahkan menambahkan panel surya, kipas pendingin, lampu LED, indikator baterai, atau layar tambahan agar perangkat semakin menarik sekaligus fungsional.
 
Di media sosial, cyberdeck hadir dalam beragam tema, seperti mesin tik klasik, komputer era 1990-an, konsol gim retro, Tamagotchi, hingga desain bergaya cyberpunk atau post-apocalyptic yang terinspirasi dari film dan gim fiksi ilmiah.
 

Mendukung konsep daur ulang elektronik


Tren cyberdeck juga identik dengan pemanfaatan kembali komponen elektronik yang sudah tidak terpakai. Banyak perakit menggunakan motherboard, keyboard, layar, atau baterai dari laptop dan komputer lama untuk dijadikan perangkat baru.
 
Tidak hanya komponen elektronik, berbagai barang bekas seperti koper, kotak peralatan, hingga wadah penyimpanan juga kerap diubah menjadi bodi cyberdeck. Pendekatan ini membuat proyek DIY tersebut dinilai lebih ramah lingkungan karena membantu mengurangi limbah elektronik.
 

Mengapa cyberdeck semakin populer?


Meningkatnya minat terhadap cyberdeck tidak hanya dipengaruhi desainnya yang unik, tetapi juga kebebasan yang ditawarkan kepada pengguna. Berbeda dengan perangkat komersial yang memiliki spesifikasi tetap, cyberdeck dapat terus dimodifikasi sesuai kebutuhan.
 
Bagi sebagian orang, proses merakit perangkat justru menjadi pengalaman yang paling menarik. Selain menghasilkan komputer yang sesuai keinginan, kegiatan tersebut juga membantu pengguna memahami cara kerja perangkat keras dan perangkat lunak secara langsung.
 
Karena menggabungkan unsur kreativitas, personalisasi, dan eksplorasi teknologi, cyberdeck kini tidak lagi dipandang sebagai sekadar komputer rakitan. Perangkat ini berkembang menjadi bagian dari budaya DIY yang terus mendapat perhatian, terutama di kalangan Gen Z dan komunitas teknologi.
 
(Sheva Asyraful Fali)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA