Foto: Mastel
Foto: Mastel

MASTEL Dorong Alokasi Spektrum Upper 6GHz demi Masa Depan 6G

Mohamad Mamduh • 10 Juli 2026 22:17
Ringkasnya gini..
  • Frekuensi tersebut diproyeksikan sebagai fondasi utama dalam pengembangan teknologi konektivitas masa depan, yakni 5G-Advanced dan 6G.
  • Saat ini, kebijakan pemanfaatan pita frekuensi Upper 6 GHz (6425–7125 MHz) di Indonesia masih berada dalam tahap pembahasan mendalam.
  • Forum juga merekomendasikan pembentukan Working Group khusus yang akan fokus mengawal pengembangan spektrum 5G-Advanced dan 6G.
Jakarta: Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) secara resmi menyelenggarakan Seminar dan Workshop Nasional bertajuk Nilai Strategis Nasional TIK dari Alokasi Spektrum Upper 6 GHz untuk Mobile Broadband 5G-Advanced dan 6G di Indonesia.
 
Forum strategis ini diinisiasi sebagai wadah kolaborasi berskala nasional untuk membangun kesamaan pandangan mengenai kesiapan ekosistem digital Indonesia dalam memanfaatkan spektrum Upper 6 GHz. Langkah ini menjadi sangat krusial karena frekuensi tersebut diproyeksikan sebagai fondasi utama dalam pengembangan teknologi konektivitas masa depan, yakni 5G-Advanced dan 6G.
 
Acara penting ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran pemerintah, regulator, operator telekomunikasi, penyedia teknologi, akademisi, hingga asosiasi industri dan pelaku ekosistem digital lainnya.

Sinergi lintas sektor ini diambil oleh MASTEL sebagai bentuk komitmen nyata dalam merespons kebutuhan mendesak akan ketersediaan spektrum frekuensi mid-band yang memadai guna mengakselerasi transformasi digital nasional. Dengan terpenuhinya kebutuhan ini, Indonesia diharapkan mampu memantapkan posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi digital terdepan di kawasan regional.
 
Ketua Umum MASTEL, Sarwoto Atmosutarno, menegaskan bahwa pembahasan mengenai optimalisasi Upper 6 GHz merupakan agenda strategis yang membutuhkan kolaborasi erat dari seluruh pihak terkait. "Forum ini menjadi ruang bersama untuk membangun pemahaman yang berbasis data, menyelaraskan perspektif, serta merumuskan rekomendasi yang mampu mendukung pengembangan ekosistem digital Indonesia secara berkelanjutan," ujar Sarwoto.
 
Ia juga menambahkan pentingnya langkah proaktif ini agar Indonesia tidak mengulang keterlambatan adopsi teknologi seperti yang terjadi pada fase awal implementasi 5G akibat keterbatasan frekuensi dan kesiapan ekosistem yang belum matang. Kesiapan dalam mengadopsi pita frekuensi ini dipastikan akan memperkuat fondasi layanan digital masa depan sekaligus mendongkrak daya saing nasional di kancah global.
 
Saat ini, kebijakan pemanfaatan pita frekuensi Upper 6 GHz (6425–7125 MHz) di Indonesia masih berada dalam tahap pembahasan mendalam. Keputusan yang akan diambil regulasi dinilai bakal memberikan dampak jangka panjang yang signifikan terhadap investasi digital, perluasan jaringan, inovasi industri, serta pencapaian Visi Digital Indonesia 2045.
 
Sejumlah tokoh kunci turut hadir mengawal jalannya diskusi, antara lain Marsda TNI Dr. Eko Dono Indarto (Kemenko Polkam), Adis Alifiawan (Komdigi), dan Andreas Bondan Satriadi (Bappenas).
 
Seminar ini juga menghadirkan panelis internasional dan nasional, seperti Yishen Chan dari GSMA, Marwan O. Baasir dari ATSI, serta perwakilan dari operator besar seperti Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo Hutchison, Huawei, Qualcomm, dan universitas-universitas terkemuka seperti ITB, Telkom University, Unpad, dan UI.
 
Sebagai bentuk komitmen nyata dari pelaksanaan seminar ini, forum menargetkan beberapa output strategis yang krusial bagi pemerintah. Output tersebut mencakup Deklarasi Bersama Industri mengenai dukungan pemanfaatan Upper 6 GHz untuk Mobile Broadband, Ringkasan Eksekutif (Executive Summary), serta Dokumen Rekomendasi Kebijakan MASTEL.
 
Selain itu, forum juga merekomendasikan pembentukan Working Group khusus yang akan fokus mengawal pengembangan spektrum 5G-Advanced dan 6G demi terciptanya kebijakan nasional yang berkelanjutan dan adaptif.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA