Studi Microsoft menyebut budaya inovasi mendorong ketahanan bisnis dan pemulihan ekonomi.
Studi Microsoft menyebut budaya inovasi mendorong ketahanan bisnis dan pemulihan ekonomi.

Microsoft: Budaya Inovasi Dorong Ketahanan Bisnis

Teknologi teknologi microsoft transformasi digital
Lufthi Anggraeni • 01 Desember 2020 16:05
Jakarta: Microsoft mengumumkan hasil studi hasil kolaborasinya dengan IDC, bertajuk Culture of Innovation pada ajang Microsoft Cloud Innovation Summit (MCIS) virtual, bertema Memberdayakan Indonesia di Tengah Pandemi Melalui Jalur Digital Menuju Ketahanan Bisnis Dengan Cloud Hybrid.
 
“Organisasi di Indonesia telah menyadari betapa kemampuan mereka untuk berinovasi mendorong kinerja dan ketahanan bisnis mereka selama krisis. Sejak COVID-19, 61 persen organisasi di Indonesia, hampir sama dengan pemimpin di Asia Pasifik sebesar 64 persen, menganggap inovasi menjadi lebih mudah,” ujar Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee.
 
Hasil studi Microsoft ini juga menyebut Pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa tidak ada bisnis yang sepenuhnya kuat dan tahan banting. Namun, dukungan teknologi digital akan menjadikan bisnis lebih tangguh dan lebih mampu bertransformasi saat berhadapan dengan perubahan struktural massal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Survei ini dilakukan terhadap 213 pengambil keputusan bisnis dan 234 pekerja di Indonesia selama enam bulan, sebelum dan sejak COVID-19. Dan studi di Indonesia merupakan bagian dari survei lebih luas, di antara 3.312 pengambil keputusan bisnis dan 3.495 pekerja di 15 pasar di Asia Pasifik selama periode yang sama.
 
Studi ini juga mengungkap bahwa sebesar 74 persen organisasi di Indonesia telah mempercepat digitalisasi untuk beradaptasi dengan situasi kenormalan baru. Percepatan ini dilakukan organisasi salah satunya dengan meluncurkan produk digital, pembayaran online, hingga bekerja sama dengan ecommerce dan otomatisasi.
 
Selain itu, studi ini juga memperkenalkan framework budaya inovasi, yang mencatat pendekatan organisasi  terhadap inovasi. Melalui penelitian, kematangan organisasi dipetakan ke dalam empat dimensi yaitu SDM, proses, data, dan teknologi.
 
Sebagai hasilnya, organisasi dikelompokkan dalam empat tahap yaitu tradisionalis atau tahap 1, pemula atau tahap 2, adaptor atau tahap 3 dan pemimpin atau tahap 4. Dan dalam kurun waktu enam bulan, 19 persen organisasi di Indonesia memiliki budaya inovasi matang, mengindikasikan bahwa organisasi ini telah meningkatkan kemampuannya dalam berinovasi.
 
Menyoal prioritas untuk 12 bulan ke depan, sebanyak 22 persen organisasi responden menempatkan prioritas pada sumber daya manusia, 45 persen pada teknologi, dan menyebut dua faktor ini sebagai bagian terpenting untuk ketahanan dan pemulihan bisnis.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif