Zhou Taoyuan, Presiden Digital Power Product Line Huawei
Zhou Taoyuan, Presiden Digital Power Product Line Huawei

Huawei dan Pakar Global Bahas Solusi Energi Adaptif untuk Era Digital

Teknologi teknologi huawei corporate transformasi digital
Lufthi Anggraeni • 14 November 2020 12:20
Shenzhen: Huawei kembali menggelar Better World Summit 2020 dengan tema Digital Power Session di Shenzhen, Tiongkok. "Power Digitalization 2025" menjadi topik pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan secara online.
 
Sejumlah pakar dari seluruh dunia hadir dan bertukar gagasan serta solusi tentang bagaimana seharusnya operator global mengantisipasi peluang dan tantangan yang dimunculkan oleh beragam dinamika dunia digital dengan perkembangan teknologi dan ekonomi digital yang begitu pesatnya.
 
“Energi, sebagai fondasi dunia digital, telah menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing di era ekonomi digital,” kata Zhou Taoyuan, Presiden Digital Power Product Line Huawei. "Seluruh industri perlu memiliki kepedulian yang tinggi terhadap penggunaan energi."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan pesatnya perkembangan eknologi baru seperti 5G, Cloud, AI, Big Data, dan IoT, transformasi digital telah dimulai dan membuka serta mewujudkan era digital yang serba dapat dirasakan, terhubung, dan cerdas.
 
Hal ini telah membuat pengembangan 5G dan pusat data besar menjadi sorotan. Tetapi pada saat yang bersamaan, pembangunan 5G dan pusat data berskala besar dan cepat telah membawa tantangan besar bagi infrastruktur energi, seperti peningkatan konsumsi energi, periode konstruksi pembangunan yang lama, serta biaya pengoperasian dan pemeliharaan yang tinggi.
 
“Fasilitas site energy yang ada saat ini tidak dapat memenuhi kebutuhan daya untuk cakupan 5G. Ada kebutuhan mendesak untuk reformasi dan inovasi di bidang ini. Digitalisasi, sistem daya 5G yang cerdas dan terintegrasi memungkinkan penyebaran jaringan 5G yang lebih cepat, lebih terjangkau, dan lebih sederhana,” kata Liu Baochang, Deputi Direktur Departemen Energi Informasi, China Mobile Group Design Institute Co., Ltd, dalam mengungkapkan pendapatnya tentang tren dan wawasan pengembangan site power di era 5G.
 
“Mengenai site power, Huawei mengusulkan penerapan 5G tanpa meningkatkan biaya operasional yang terkait site power, dan bertujuan untuk mengurangi biaya dari tiga aspek serta memanfaatkan sumbersumber baru," kataFang Liangzhou, Kepala Pemasaran Huawei Digital Power Product Line Huawei.
 
"Sedangkan untuk pusat data, Huawei mengusulkan fasilitas pusat data generasi mendatang yang sederhana, hijau, cerdas, dan andal yang menggunakan inisiatif "empat rekonstruksi" untuk mengatasi masalah seperti periode pembangunan pusat data yang lama, konsumsi energi yang tinggi, dan O&M yang penuh tantangan.”
 
Andy Ma, CEO Huawei Indonesia Carrier Business mengatakan bahwa Indonesia sebagai bagian dari komunitas global yang mengadopsi transformasi digital juga memiliki tantangan konsumsi daya TIK yang sama seperti yang dihadapi negara lain.
 
“Konsumsi daya TIK global, termasuk Indonesia, mengalami peningkatan. Saat ini, konsumsi daya TIK mencapai hingga 2 persen dari total konsumsi daya global dan diperkirakan akan mencapai 5 persen pada tahun 2030. Tidak terkecuali konsumsi daya listrik di setiap stasiun transmisi.
 
"Biaya konsumsi listrik telah menghabiskan 60 persen dari total biaya kepemilikan pusat data selama sepuluh tahun.”
 
Ke depan, Huawei mengaku akan terus bekerja sama dengan operator global dalam mengantisipasi tantangan dan memanfaatkan peluang baru dunia digital. Huawei bertujuan untuk menyuntikkan sumber energi listrik ramah lingkungan ke operator dan membantu mereka mengembangkan bisnis secara berkelanjutan di masa depan.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif