Lacak Lokasi Pengguna Tanpa Izin, Google Diselidiki
Google kini tengah diselidiki. (Photo by LOIC VENANCE / AFP)
Jakarta: Jaksa penuntut umum di Arizona, Amerika Serikat menyelidiki Google terkait pengumpulan data lokasi pengguna, menurut laporan Washington Post.

Mereka memulai penyelidikan ini setelah Google diketahui tetap mengumpulkan data pengguna bahkan setelah mereka mematikan Location History. 

Menurut dokumen pengadilan, Jaksa Penuntut Umum Arizona, Mark Brnovich telah meminta sebuah badan hukum untuk membantu mereka menyelidiki perusahaan teknologi soal pelanggaran Hukum Penipuan Konsumen.


Penyelidikan itu terkait dengan "penyimpanan data lokasi" dan "pelacakan data lokasi bahkan ketika konsumen mematikan 'layanan lokasi' dan mengambil langkah lain untuk menghentikan pelacakan data." Seorang narasumber anonim mengungkap bahwa perusahaan yang dimaksud adalah Google. 

Juru bicara untuk kantor jaksa penuntut umum Arizona mengatakan pada ZDNet bahwa mereka telah melakukan penyelidikan ini selama beberapa waktu. 

"Meskipun kami tidak bisa mengonfirmasi perusahaan yang menjadi fokus dari penyelidikan ini, kami memutuskan melakukan penyelidikan dan meminta bantuan dari perusahaan lain setelah munculnya banyak laporan berbahaya. Ini termasuk artikel tentang tuduhan pada Google bahwa mereka tetap melacak posisi pengguna bahkan ketika pengguna memutuskan untuk menonaktifkan layanan pelacakan lokasi," kata juru bicara Katie Conner. 

Setelah Associated Press melaporkan bahwa Google masih terus melacak lokasi pengguna bahkan ketika pengguna mematikan Location History, Google memberikan penjelasan di situs mereka bahwa mereka memang masih menyimpan informasi lokasi pengguna dari layanan mereka yang lain seperti Google Search dan Maps. 

Dalam sebuah pernyataan resmi, juru bicara Google, Aaron Stein mengatakan bahwa data lokasi yang mereka simpan "membantu kami untuk memberikan layanan yang berguna ketika orang-orang menggunakan layanan kami, seperti hasil pencarian lokal dan dugaan trafik lalu lintas."

Sebelum ini, Google juga pernah dituntut oleh penggunanya karena tetap mengumpulkan data lokasi bahkan ketika pengguna menonaktifkan Location History. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.