Pusat Pengembangan AI Samsung di New York Fokus ke Robotik

Ellavie Ichlasa Amalia 12 September 2018 13:45 WIB
samsungkecerdasan buatan
Pusat Pengembangan AI Samsung di New York Fokus ke Robotik
Samsung punya enam pusat pengembangan AI di dunia. ( AFP PHOTO / JUNG Yeon-Je)
Jakarta: Samsung kini punya pusat kecerdasan buatan di New York. Ini adalah pusat AI Samsung yang ketiga di Amerika Utara dan pusat AI keenam mereka di dunia. Fokus Samsung kali ini adalah robotik. Untuk pertama kalinya, Samsung menjadikan robotik sebagai fokus dari pusat pengembangan AI mereka. 

Pusat AI terbaru Samsung ini terletak tidak jauh dari New York University, melambungkan harapan Samsung untuk bisa bekerja sama dengan universitas itu untuk melakukan proyek pengembangan AI, menurut laporan Engadget

Memang, bukan hal aneh bagi Samsung untuk bekerja sama dengan universitas dan perusahaan lain terkait bidang akademis. Pusat penelitian mereka di Inggris ada di Cambridge dan dipimpin oleh kepala laboratorium Microsoft dari universitas itu, Profesor Andrew Blake.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Sony, yang bekerja sama dengan universitas Carnegie Mellon untuk mengembangkan penelitian terkait robotik dan Toyota, yang mengeluarkan satu miliar dollar untuk pusat riset yang terletak di sebelah Stanford University. 

Samsung diam-diam memberikan dana pada startup robotik baru -- termasuk startup yang membuat robot untuk membantu orang-orang tua -- melalui SamsungNext Q Fund. Perusahaan asal Korea Selatan ini mulai fokus pada pengembangan AI pada 2016, ketika mereka mengakuisisi salah satu kreator Siri, Viv Labs.

Kini mereka memiliki pusat pengembangan AI di tiga benua, termasuk di Korea Selatan, Rusia, Kanada, Inggris dan Amerika Serikat. Samsung mengatakan bahwa mereka akan mempekerjakan 1.000 peneliti di pusat-pusat pengembangan AI mereka pada 2020. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.